2.461 Warga Jabar Terjangkit DBD, 18 Penderita Meninggal

Antara ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 12:15 WIB
2.461 Warga Jabar Terjangkit DBD, 18 Penderita Meninggal

Pasien DBD saat mendapat perawatan di salah satu RS di Cimahi, Jabar, beberapa waktu lalu. (Foto: dok iNews)

BANDUNG, iNews.id – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mewabah di Jawa Barat (Jabar). Jumlah kasusnya mencapai ribuan di awal tahun ini, bahkan hingga menelan korban jiwa.

"Sejak awal tahun hingga 31 Januari 2019 tercatat ada 2.461 kasus DBD di Jabar. Dari jumlah itu, sebanyak 18 pasien meninggal," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Uus Sukmara, pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Jumat (8/2/2019).

Uus mengatakan, telah terjadi peningkatan kasus DBD dengan dimulainya musim hujan sejak akhir 2018 dan berlanjut diawal tahun 2019. Situasi atau kasus DBD di Jabar berfluktuasi setiap tahunnya dan cenderung semakin meningkat angka kesakitannya serta sebaran wilayah terjangkit yang kian meluas.

"Pada tahun 2016 ada 36.589 kasus DBD di Jabar, meninggal 276 orang. Lalu tahun 2017 ada 11.422 kasus, meninggal 56 orang. Dan pada 2018 ada 11.458 kasus dengan angka kematian 57 orang," kata Uus.

BACA JUGA: Kasus Demam Berdarah Tinggi, Pemkot Mojokerto Nyatakan Status Siaga

Dia mengungkapkan, sejumlah kabupaten/kota di Jabar yang kasus DBD-nya cukup tinggi yakni Kota Depok 319 kasus, Kabupaten Bandung 236 kasus, Kota Bandung 224, Kabupaten Bandung Barat 277 kasus dan Kota Cimahi 200 kasus.

Sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap kasus DBD, Dinkes Jabar melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Melalui sistem ini, maka semua kabupaten/kota di Jabar wajib melaporkan kasus suspek DBD atau penyakit lainnya ke Dinkes Jabar.

Hasil SKDR suspek DBD sepanjang Januari 2019, pekan pertama ada 417 penderita, minggu kedua 549 penderita, minggu ketiga 911 penderita dan pada minggu keempat Januari 1.113 penderita DBD.

"Kecenderung awal Februari kasusnya (DBD) masih meningkat. Untuk itu perlu meningkatkan kewaspadaan dini," tuturnya.


Editor : Donald Karouw