2 Bocah Selamat dari Longsor saat Mengaji Diadopsi Gubernur Jabar

Antara, Ilma De Sabrini ยท Minggu, 06 Januari 2019 - 13:29 WIB
2 Bocah Selamat dari Longsor saat Mengaji Diadopsi Gubernur Jabar

Anak-anak korban bencana tanah longsor mengikuti kegiatan menggambar bersama di posko bencana tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). (Foto: Antara/Agung Rajasa)

SUKABUMI, iNews.id – Farel (6) dan Hengki Kurniawan (12) dua bocah kakak-adik selamat dari bencana longsor yang menimbun rumah mereka di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Saat bencana terjadi, kedua bocah itu sedang dalam perjalananan hendak mengaji di musala pada Senin (31/12/2018) petang.

"Saat kejadian Farel dan Hengki hendak mengaji ke mushola dan pergi jajan dahulu. Namun sekitar 10 detik kedua cucu saya beranjak dan menengok ke belakang, kampungnya sudah rata dengan timbunan tanah," kata Suhen, nenek kedua bocah itu di lokasi bencana di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Minggu (6/1/2019).

Dari cerita yang dikisahkan Hengki, saat kejadian dirinya dan adiknya sempat diantar dahulu ke musala oleh ayahnya Ahudi. Tidak berselang lama tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari kampungnya yang ternyata terjadi longsor. Dia pun baru sadar sudah berada di tengah sawah yang katanya diselamatkan oleh keluarganya.

BACA JUGA:

Dianggap Rawan, BNPB Catat 132 Longsor Terjadi di Sukabumi

Korban Meninggal Longsor Sukabumi Jadi 31 Orang, Berikut Identitasnya

Diguyur Hujan Deras, Jayapura Diterjang Banjir dan Longsor

Namun nahas, ayahnya yakni Ahudi dan Edsih, ibunya serta kakaknya menjadi korban bencana itu. Ayahnya ditemukan di hari pertama pencarian dan ibunya di hari keenam pencarian.

Kisah ini bertambah sedih karena Farel hingga kini belum percaya bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia pada bencana tersebut. Bahkan sering memanggil ibunya karena ingin dipeluk dan pulang ke rumahnya.

"Farel sering manggil ibunya karena sangat dekat dengan almarhum dan tidak percaya rumahnya sudah rata dengan tanah," ucap Suhen.

Kedua bocah ini rencananya diangkat anak oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, agar masa depan keduanya terjamin. Namun, pihak keluarga masih berembuk rencana adopsi itu.

Hengki mengaku bersedia menjadi anak angkat Kang Emil, namun dia masih tidak percaya harus menjadi yatim piatu diusianya yang masih belia.

"Saya ingin bermain dan sekolah lagi. Tadi juga dapet boneka dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan sempat bermain dengan polwan," ucapnya.

Diketahui, longsor di Kabupaten Sukabumi kali ini terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, menyebabkan sedikitnya 31 orang korban jiwa. Sementara, masih ada 2 korban yang hilang diduga tertimbun material longsor.

Dari 100 orang terdampak longsor, 64 orang di antaranya selamat. Lalu, tiga orang mengalami luka dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dua orang sudah diperbolehkan pulang, namun seorang lagi masih dalam perawatan intensif.


Editor : Kastolani Marzuki