2 Pembakar dan 1 Pembawa Bendera Tauhid Divonis 10 Hari Penjara

Ii Solihin ยท Senin, 05 November 2018 - 16:59 WIB
2 Pembakar dan 1 Pembawa Bendera Tauhid Divonis 10 Hari Penjara

Salah satu terdakwa pembakar bendera tauhid mendengarkan vonis majelis hakim dalam sidang di PN Garut, Jabar, Senin (5/11/2018). (Foto: iNews/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut, Jawa Barat (Jabar), menjatuhkan vonis pidana penjara 10 hari terhadap dua pelaku pembakar dan satu pembawa bendera bertuliskan kalimat tauhid pada Hari Santri Nasional (HSN). Ketiga terdakwa juga harus membayar biaya perkara sebesar Rp2.000 setelah aksi mereka pada 22 Oktober 2018 lalu di Limbangan, Garut.

Sidang digelar dua kali di PN Garut, Senin (5/11/2018), masing-masing untuk dua terdakwa pembakar dan pembawa bendera yang disebut milik ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Putusan pertama dijatuhkan kepada terdakwa Faisal Mubaroq dan Mafhudin sebagai pembakar bendera. Majelis hakim berpendapat, kedua terdakwa telah terbukti dan sah melakukan perbuatan yang mengganggu ketertiban umum, sebagaimana pasal 174 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).


BACA JUGA: Sidang Perdana Kasus Pembakaran Bendera di Garut, 595 Personel Siaga


Putusan yang sama juga dijatuhkan kepada terdakwa Uus Sukmana, selaku pembawa bendera. Majelis hakim menyatakan, Uus terbukti bersalah melalukan tindak pidana dengan sengaja mengganggu rapat umum.

“Putusannya, hakim berpendapat bahwa para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh penyidik selaku perwakilan dari penuntut umum, yakni melanggar pasal 174 KUHPidana karena mengganggu ketertiban umum,” papar Humas PN Garut Endratno Rajamai, usai persidangan.

Endratno mengatakan, ketiga terdakwa telah menerima putusan majelis hakim. Karena itu, ketiganya bisa langsung dieksekusi untuk segera menjalani masa hukuman.

“Di persidangan tadi, para terdakwa menerima putusan hakim tersebut. Jadi, perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap. Para terdakwa sudah bisa langsung dieksekusi menjalani pidana tersebut,” kata Endratno.

Sementara salah satu terdakwa, Uus Sukmana, terdakwa kasus pembawa bendera menolak untuk didampingi penasihat hukum. Padahal tujuh orang penasihat hukum sudah siap mendampingi Uus di persidangan.

Sidang ini berlangsung dengan penjagaan ketat aparat keamanan dari TNI dan Polri. Sidang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.


Editor : Maria Christina