16 Siswa SD Mengaku Dianiaya Guru, Orang Tua Lapor ke Polres Cirebon

Toiskandar ยท Jumat, 07 September 2018 - 22:00 WIB
16 Siswa SD Mengaku Dianiaya Guru, Orang Tua Lapor ke Polres Cirebon

Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Kartono Gumilar memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (7/9/2018). (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Sebanyak 16 siswa Sekolah Dasar Negeri Waruroyom II Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), mengaku dianiaya gurunya. Orang tua siswa akhirnya melaporkan kasus dugaan kekerasan itu ke Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, Jumat (7/9/2018).

Menurut keterangan para siswa, salah satu oknum guru SDN Waruruyom II menganiaya mereka dengan memukulkan gagang sapu ke bagian kepala dan tubuh. Alasan pemukulan itu hanya karena mereka dianggap membuat ruang kelas kotor.

Salah satu orang tua siswa, Sumitra, mengaku tidak bisa terima dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Pengakuan anaknya, oknum guru itu memukul bagian kepalanya dengan gagang sapu hingga lebam. “Kami berharap kasus ini cepat diselesaikan supaya jangan sampai ramai dan ruwet,” kata Sumitra.

Sementara Polres Cirebon yang menerima laporan dugaan penganiayaan sebanyak 16 murid SDN 2 Waruroyom Kelas VI tersebut mengatakan, masih melakukan penyidikan. Polisi memeriksa para orang tua siswa dan siswa-siswa yang mengaku menjadi korban penganiayaan gurunya.

“Orang tua siswa yang melapor mengatakan, putranya dianiaya oleh oknum guru. Namun, kami sampai saat ini sebatas menerima laporan dan melakukan penyelidikan atas laporan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Kartono Gumilar.

Hingga saat ini, belasaan siswa yang mengaku mengalami luka lebam di bagian kepala dan tangan harus melakukan visum sebagai bukti. Kasus dugaan kekerasan guru ini masih ditangani Unit Perlindungan Anak (PPA) Polres Cirebon.


Editor : Maria Christina