6 Fakta Rumah Eko Purnomo yang Terkepung Tembok Tetangga di Bandung

Yogi Pasha · Rabu, 12 September 2018 - 22:55 WIB
6 Fakta Rumah Eko Purnomo yang Terkepung Tembok Tetangga di Bandung

Rumah Eko Purnomo yang terkepung tembok rumah tetangga di Kampung Sukagalih, Bandung. (Foto: Okezone)

BANDUNG, iNews.id – Sebuah foto tentang rumah di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat baru-baru ini menyita perhatian warganet. Rumah milik Eko Purnomo (37) itu mendadak viral di media sosial.

Sekilas tampak biasa saja rumah itu, namun setelah dicermati ada yang gannjil karena mulai depan, samping, hingga belakang rumah itu tak ada satu pun akses jalan karena semuanya sudah terkepung tembok rumah milik tetangga. Berikut 6 fakta tentang rumah Eko Purnomo.

1. Rumah Warisan Orang Tua yang Dibangun Sejak 1997

Rumah yang ditinggalkan Eko Purnomo saat ini merupakan warisan orang tuanya. Tanah yang di atasnya dibangun rumah tersebut asalnya hak milik Nonoh (ahli waris) yang dijual ke Subarjo dan kemudian dibeli oleh Purwanto (ayah Eko Purnomo) pada 1990. Saat Purwanto membeli tanah tidak ada akses jalan dari penjual lahan sebab bukan kavling.

Proses pembangunan rumah Eko sekitar 1997 tidak ada masalah tentang tuntutan jalan karena di sekitarnya masih berupa lahan kosong.

2. Tiga Kali Berunding dengan Pemilik Tanah, RT dan RW

Sebelum rumahnya tertutu‎p tembok rumah tetangga, Eko sempat berunding bersama pembeli tanah depan dan samping kiri rumahnya. Perundingan sampai tiga kali dengan melibatkan pengurus RT dan RW setempat, namun tidak ada titik temu. Upaya Eko mencari keadilan ke Pemkot Bandung pun tak menuai hasil.

3. Tahun 2016 Eko Memutuskan Angkat Kaki

Setelah hampir 19 tahun menempati rumah tersebut, Eko Purnomo mulai dilanda masalah. Sebab, sekeliling rumahnya tertutup setelah dua warga membeli sebidang tanah yang berada di depan dan samping kiri.

Tanah di depan, kanan dan kiri rumah Eko mulai dipondasi untuk pembangunan rumah dan membuat akses ke kediaman Eko tertutup. Si pemilik tanah membangun hingga menutupi rumah Eko.

Sejak itu, Eko bersama keluarganya yang menempati rumah warisan orang tuanya harus pindah, karena tidak ada akses untuk masuk ke dalam rumahnya tersebut.

4. Mediasi di Kecamatan Ujungberung Menemui Jalan Buntu

Mediasi sengketa lahan atas rumah Eko Purnomo pun sampai di Kantor Kecamatan Ujungberung. Dengan menghadirkan Rahmat dan Yana selaku pemilik rumah yang memblokade kediaman Eko, mantan ketua RW 06, Saldi, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung, serta aparat kewilayahan lain.

Dari hasil mediasi tersebut, antara seluruh pihak yang terlibat belum menemukan titik penyelesaian sengketa akses masuk ke rumah Eko.

5. Pemilik Rumah Depan Eko Bantah Memblokade Jalan

Rahmat Riadi, pemilik rumah di depan kediaman Eko membantah telah memblokade jalan. Berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan BPN, rumahnya tidak menutupi jalan Eko.

Rahmat juga mengklaim kontrakannya dibangun setelah gang menuju kediaman Eko telah dibangun rumah. Dia juga sempat menawarkan sepetak lahannya kepada Eko untuk dijadikan jalan.

6. Eko Bersedia Jual Rumah

Salah satu poin dari mediasi di tingkat kecamatan, yakni Eko bersedia menjual rumahnya namun dengan catatan harga yang ditawarkan sesuai.


Editor : Kastolani Marzuki