Reaktivasi Jalur Kereta Api, Emil: Saya Ingin Jawa Barat Seperti Eropa

Yogi Pasha ยท Kamis, 13 September 2018 - 16:35 WIB
Reaktivasi Jalur Kereta Api, Emil: Saya Ingin Jawa Barat Seperti Eropa

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Direktur Utama PT KAI usai membahas rencana pengaktifan kembali empat jalur kereta api di Gedung Sate. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan PT Kereta Api Indoneisa (KAI) berkomitmen akan memanfaatkan transportasi kereta api. Kedua belah pihak sepakat akan mengaktifkan kembali (reaktivasi) empat jalur kereta api di antaranya rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Emil menilai, reaktivasi jalur kereta dipandang menguntungkan bagi masyarakat karena ada kemudahan transportasi. Daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya karena ada pergerakan orang dan barang.

Emil mengungkapkan, nantinya dalam pengaktifan kembali jalur kereta api akan dibangun stasiun-stasiun baru di titik- titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian. Kehadiran infrastruktur itu diharapkan mampu untuk memecah kepadatan lalu lintas kendaraan dan menjadikan budaya baru masyarakat menggunakan transportasi kereta api.

"Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana- mana bisa naik kereta karna nyaman dan terintegerasi," ujar Emil di Gedung Sabuga, Kamis (13/9/2018).

Proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jabar. Khususnya, dalam hal penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun- tahun tidak aktif itu. Adapun PT KAI akan fokus pada persiapan operasional.

“Dari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi,” kata Edi.


Editor : Muhammad Saiful Hadi