Sopir Bus yang Jatuh ke Jurang dan Tewaskan 21 Orang Jadi Tersangka

Wilda Topan ยท Kamis, 13 September 2018 - 16:40 WIB
Sopir Bus yang Jatuh ke Jurang dan Tewaskan 21 Orang Jadi Tersangka

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi memberikan keterangan pada wartawan mengenai penetapan satu tersangka kecelakaan bus yang jatuh ke jurang di Sukabumi, Jabar. (Foto: iNews/Wilda Topan)

SUKABUMI, iNews.id – Polres Sukabumi akhirnya menetapkan sopir bus maut yang terjun ke jurang di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), dan menewaskan 21 orang pada Sabtu, 8 September 2018 lalu, sebagai tersangka. Saat ini, sopir bus bernama M Adam masih dirawat di rumah sakit.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, penetapan sopir bus sebagai tersangka tersebut setelah Polres Sukabumi didukung oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar dan Korlantas Polri melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulang bahan-bahan keterangan terkait dengan kecelakaan lalu lintas tersebut. Polisi juga telah melakukan gelar perkara dan menaikkan proses penyelidikan kecelakaan bus di tikungan S, Cikidang itu menjadi proses penyidikan.

“Kami telah memeriksa masyarakat yang melihat kejadian tersebut, yang menolong korban, dan melihat saudara Adam jatuh dari bus. Begitu juga dari keterangan para saksi korban yang masih hidup. Kami telah menetapkan seorang tersangka dalam perkara ini yaitu, Muhammad Adam sebagai sopir saat kejadian tersebut,” kata Nasriadi, Kamis (13/9/2018).

Adam diketahui baru bekerja dua bulan menjadi kondektur bus saat perjalanan wisata yang mengangkut para karyawan dealer motor Honda, PT Catur Putra Raya, Bogor. Namun saat kejadian, sopir bus, Jahidi, mengantuk sehingga tugasnya mengemudi bus digantikan Adam. Diduga, Adam tidak menguasai medan dan rem bus mengalami blong. Akibatnya, tersangka tidak mampu mengendalikan bus dan masuk ke jurang.

BACA JUGA:

Sopir Bus Maut di Sukabumi Ternyata Seorang Kernet, Ini Pengakuannya

Bus yang Masuk Jurang di Sukabumi Diduga Dikemudikan Sopir Tembak

 

Setelah kecelakaan tersebut, masyarakat setempat berusaha menolong para korban. Masyarakat melihat tersangka Adam terpental dari mobil dan berusaha menuruni bukit. Saat itu, masyarakat akan menolongnya, tapi Adam menolak.

“Saudara Adam bahkan menghilang. Sehari setelah menghilang, berkat bantuan masyarakat, kami temukan Adam. Kondisinya sangat lemah dan kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat. Kami mengetahui yang bersangkutan luka parah, tangan kanannya patah dan ada beberapa luka sobekan diduga bekas pecahan kaca,” papar Nasriadi.

Nasriadi mengatakan, selain menetapkan satu tersangka kecelakaan maut tersebut, polisi juga masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa rangka bus yang kini berada di Mapolres Sukabumi.

Sopir maut, Adam sebelumnya mengakui, saat itu dia yang mengendarai bus nahas tersebut. Sesaat sebelum kecelakaan, sopir bus meminta untuk menggantikannya membawa kendaraan karena mengantuk. Tawaran itu diterima Adam yang selanjutnya membawa bus menuju lokasi wisata hingga berujung kecelakaan maut.

“Saya kondektur. Sopir katanya ngantuk banget dan minta tolong untuk digantikan. Saya gantiin bawa busnya,” kata Adam di bangsal perawatan RSUD Palabuhan Ratu.

Adam menilai kondisi bus tidak laik jalan, karena saat posisi turunan di tikungan, kondisi rem blong sehingga dia tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Adam juga membantah melarikan diri. Dia mengaku tidak melompat keluar saat bus masuk jurang, tapi tetap bertahan hingga kendaraan berhenti. Setelah itu, dia keluar untuk mencari air karena merasa haus dan bersembunyi di dekat Sungai Citarik. “Saya haus dan takut dipukuli warga,” ucapnya.


Editor : Maria Christina