Plt Wali Kota Bandung Akan Tinjau Ulang Sekda Pilihan Ridwan Kamil

Yogi Pasha ยท Kamis, 13 September 2018 - 20:15 WIB
Plt Wali Kota Bandung Akan Tinjau Ulang Sekda Pilihan Ridwan Kamil

Plt Wali Kota Bandung yang juga Wali Kota Bandung terpilih, Oded M Danial. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Oded M Danial akan meninjau ulang penunjukan Benny Bachtiar sebagai sekretaris daerah (sekda) Kota Bandung. Oded dituntut mengusung kandidat dari internal Pemkot Bandung yang memiliki nilai tertinggi dalam proses lelang terbuka beberapa waktu lalu.

Oded mengatakan, permintaan itu disampaikan Forum Peduli Kota Bandung kepadanya dan Mulyana sebagai wali kota dan wakil wali kota Bandung terpilih. “Mereka menyampaikan aspirasi, katanya Kota Kandung kota juara, berarti ASN-nya juara-juara, sudah bagus, sudah berkualitas, tetapi kenapa sekarang mengambil dari luar,” ujar Oded setelah menerima prwakilan Forum Peduli Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Kamis (13/9/2018).

Dalam pertemuan itu, Oded diminta memperhitungkan kandidat dari ASN Pemkot Bandung yang telah berperan dalam sejumlah penghargaan untuk program Bandung Juara. Menanggapi permintaan itu, Oded akan segera mengevaluasi penunjukan Benny yang sebelumnya dipilih oleh Ridwan Kamil.

“Saya akan ngobrol dengan Kang Yana karena Mang Oded mah selalu ingin melibatkan bersama-sama dengan wakil saya Kang Yana. Saya akan membahas dengan beliau apa yang disampaikan oleh forum tersebut,” tuturnya.

Seusai pertemuan, Koordinator Forum Peduli Bandung Kandar Karnawan mengatakan, sebagai wali kota Bandung terpilih, Oded dituntut untuk merespons aspirasi penolakan Benny Bachtiar sebagai sekretaris daerah Kota Bandung terpilih. Hasil survei yang digulirkan bulan lalu mengarah pada ketidaknyamanan ASN Pemkot Bandung dalam menerima sekda hasil pilihan mantan wali kota Bandung Ridwan Kamil.

“Ternyata di lapangan hasilnya bertolak belakang. Sebanyak 80 persen ASN menolak nama tersebut dan menginginkan sekda dipilih dari pejabat ASN yang telah berpengalaman di internal Pemkot Bandung,” katanya.

Disebutkan Ridwan Kamil saat itu, ada 86 persen ASN Pemkot Bandung yang menyatakan tidak masalah pada keterpilihan Benny sebagai sekda. Jika dirasa perlu, kata dia, Oded dapat menggulirkan survei ulang yang terbuka dan terukur kepada ASN.

Dia juga meminta Oded untuk mempertimbangkan sekda berdasarkan penilaian tim panitia seleksi lelang terbuka sekda yang diisi para ahli independen. Dengan memilih berdasarkan hasil uji kompetensi dan kelayakan tanpa rekayasa, Oded akan dinilai publik dan ASN sebagai pemimpin yang berlaku objektif sesuai sistem yang terukur dan profesional.

Penilaian tertinggi di posisi satu dan dua pada hasil lelang terbuka dicapai nama-nama pejabat karier Pemkot Bandung. Informasi terkait nilai akhir bobot yang muncul dari tim pansel sekda menunjukkan kandidat Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di peringkat pertama dengan nilai 81.654, disusul Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi meraih nilai 80.764, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi Benny Bachtiar 80.383.

Kedua kepala dinas itu dipastikan ikut dalam gerbong peran penting yang selama ini menyokong Ridwan-Oded dalam meraih 348 penghargaan untuk Kota Bandung. “Tentu kami pantas heran. Kurang layak apalagi para pejabat hasil binaan Pemkot Bandung ini? Mereka ini yang paling paham cara dan strategi melanjutkan Bandung Juara. Dengan menunjuk nama sekda dari luar Bandung, kecepatan kinerja Pemkot Bandung akan berkurang,” ujarnya.


Editor : Maria Christina