Jabar Terima Penghargan IAA, Emil: Ini Kerja Keras Pak Aher dan Deddy

Yogi Pasha ยท Sabtu, 15 September 2018 - 13:02 WIB
Jabar Terima Penghargan IAA, Emil: Ini Kerja Keras Pak Aher dan Deddy

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menerima penghargaan IAA 2018 dari Mendagri Tjahyo Kumolo. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali meraih predikat sebagai yang terbaik dalam ajang Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2018. Kali ini, Jabar masuk jajaran Top 2 Provinsi Terbaik untuk dimensi infrastruktur dengan peringkat tertinggi atau Platinum.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini  karena telah objektif memetakan kualitas pembangunan di daerah. Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil kerja keras birokrasi dan ASN Pemprov Jabar, serta para stakeholder.

Ridwan Kamil juga mendedikasikan penghargaan ini untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar sebelumnya, Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar.

"Dengan kerendahan hati saya sampaikan ini kerja keras Pak Aher dan Pak Deddy Mizwar," kata Kang Emil, sapaan akrabnya usai acara IAA 2018 di JW Marriot Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat malam (14/9/18).


BACA JUGA:

Siap-Siap, Pemprov Jabar Buka Seleksi Penerimaan 1.085 CPNS

Gubernur Emil Minta Lurah-Kades Ajak Warga Salat Subuh Berjamaah


"Seorang Ridwan Kamil hanya kebetulan naik ke panggung untuk menerima. Jadi, ini saya dedikasikan untuk Pak Aher dan Pak Deddy Mizwar," ucapnya melanjutkan.

Penghargaan ini akan memotivasi dirinya. Dia berkomitmen untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di Jabar, termasuk untuk infrastruktur dan peraturan agar lebih fleksibel. "Kecepatan dan kemerataan (infrastruktur). Saya akan fokus ke KPBU, public private partnership," ujarnya.


Emil yakin melalui skema KPBU, pembangunan infrastruktur seperti bandara dan jalan bisa dilakukan cepat. Skema ini belum banyak dilakukan di Indonesia. "Masih ada kendala peraturan yang saya geregetanlah. Saya akan lobi pemerintah pusat untuk membuat peraturan lebih baik dan fleksibel," tuturnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dalam sambutannya mengatakan, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) para kepala daerah harus berani mengambil keputusan. Selain itu juga diminta membangun inovasi dalam berbagai hal, seperti membangun konektifitas dan sinergi antardaerah.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah perlu melakukan lima hal. Pertama, menyelesaikan seluruh hambatan perizinan usaha. Kedua, melakukan inventarisasi seluruh proses perizinan yang ada di daerah. Ketiga, mereformasi peraturan perinzinan berkaitan dengan perizinan usaha, pembiayaan, dan sumber daya yang ada di daerah. Keempat, menyederhakan semua proses atau debirokratisasi. Dan terakhir mengidentifikasi kesiapan teknologi.

Tjahyo juga menekankan bahwa pihaknya sedang mendorong daerah untuk mempercepat proses birokrasi pemerintahan. Karena ada sekitar 43.000-an peraturan yang tumpang tindih dan bisa menghambat proses pembangunan.


Editor : Donald Karouw