Anggaran Operasional Tak Turun, Armada Kebersihan di KBB Mogok

Yuwono ยท Minggu, 16 September 2018 - 08:45 WIB
Anggaran Operasional Tak Turun, Armada Kebersihan di KBB Mogok

Truk armada sampah di Kabupaten Bandung Barat mogok beroperasi lantaran tidak adanya anggaran operasional. (Foto: iNews/Yuwono)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Lebih dari dua hari, armada truk kebersihan milik Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (KBB), mogok beroperasi. Penyebabnya, anggaran operasional untuk armada kebersihan tersebut belum turun hingga saat ini. Akibatnya, tumpukan sampah terihat di segala penjuru wilayah Bandung Barat.

UPT Kebersihan dalam setiap harinya mampu mengangkut 150 ton sampah di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat. Namun lantaran tidak kunjung turunnya anggaran operasional, pengangkutan sampah pun terpaksa berhenti.

Akibat kondisi tersebut, 56 sopir armada kebersihan aktif dan juga 10 sopir cadangannya nganggur dan tidak dapat bekerja seperti biasanya.

Sampah menumpuk di salah satu sudut Kabupaten Bandung Barat. Ini terjadi lantaran mobok beroperasinya armada sampah akibat tak turunnya anggaran operasional mereka. (Foto: iNews/Yuwono)


Pekerjaan pengangkutan sampah tersebut, memerlukan anggaran operasional antara Rp10 juta sampai Rp13 juta setiap harinya. Anggaran tersebut diperuntukan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) armada kebersihan.

Petugas UPT Kebersihan KBB, Rudi Kurtadi menjelaskan, setiap armada berbeda-beda hitungan muatannya (ritase). “Ada yang satu ritase bahkan ada yang sampai empat ritase, tergantung jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat di setiap wilayah,” ucap Rudi, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, tidak adanya anggaran untuk operasional armada kebersihan menyebabkan pelayanan kebersihan khususnya pengangkutan sampah di masyarakat menjadi terganggu. “Ya jelas terganggu. Kami jadi tidak bisa mengangkut sampah. Akhirnya banyak sampah yang tidak terangkut dan bertebaran di mana-mana,” ucapnya.

Rudi menyebut, jika tidak segera turun angaran untuk operasional tersebut, akan berdampak terhadap semakin menumpuknya sampah di wilayah Bandung Barat.


Editor : Himas Puspito Putra