Kalapas Sukamiskin Benarkan Ruangan Sel Setya Novanto Lebih Luas

Antara · Minggu, 16 September 2018 - 13:32 WIB
Kalapas Sukamiskin Benarkan Ruangan Sel Setya Novanto Lebih Luas

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Sukamiskin, Bandung. (Foto: Okezone)

BANDUNG, iNews.id – Polemik mengenai indikasi perlakuan diskriminatif di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1A Sukamiskin terus berlanjut. Mantan ketua DPR RI yang tersangkut kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) Setya Novanto (Setnov) disebut-sebut menghuni sel yang lebih luas dari napi lainnya.

Ihwal Setnov yang menempati sel lebih luas dari napi lain terungkap dalam sidak yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia (ORI), beberapa waktu lalu. Selain indikasi diskriminasi, saat berada di Lapas Sukamiskin, Ombudsman juga masih menemukan adanya indikasi maladministrasi dan ketidakpatutan yang terjadi di Lapas khusus narapidana koruptor tersebut.

Sementara itu, Kelapa Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Sukamiskin, Tejo Harwanto, membenarkan sel yang dihuni Setya Novanto lebih luas dengan ukuran 300 ke 500 cm. "Ruangan Pak Setya Novanto lebih besar, yah kira-kira 300-500 cm," ujar Tejo di Lapas Sukamiskin, Minggu, (16/9/2018).

Menurut Tejo, kamar luas tidak hanya dihuni oleh Setnov saja, terdapat sekitar 40-an sel dengan ukuran serupa. Beberapa narapidana yang memiliki hunian dengan ukuran serupa yakni Nazaruddin, Joko Susilo, dan Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan.

"Terus ada napi umum yang baru masuk juga di situ (kamar ukuran luas) dan udah lama juga mereka itu menempati ruangan hunian yang besar," kata dia.

Polemik adanya perbedaan standar kamar sel ini atas hasil sidak yang dilakukan Ombudsman RI. Pimpinan Ombudsman, Ninik Rahayu menyoroti perbedaan standar yang diterapkan kepada narapidana.
Seharusnya, kata dia, dalam proses tahanan dan pembinaan seluruh napi mendapatkan pelayanan sama tanpa pandang bulu.

Menurut Tejo, hunian-hunian di lapas Sukamiskin, terbagi menjadi tiga. Di antaranya ada kamar dengan ukuran kecil, kamar ukuran sedang dan kamar ukuran besar.

Kontruksi bangunan Lapas Sukamiskin merupakan salah satu "heritage" atau bangunan bersejarah sejak 1918. Sehingga tidak mungkin untuk dilakukan perombakan, juga menjaga agar tidak merusak konstruksi.

"Terus yang nggak kalah penting bahwa di sini kita akan menekankan bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang sama dengan kamar bentuk yang sama. Bukan luasannya, kita ga perdebatkan dengan luasannya," ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra