3 Perempuan Pelaku Kampanye Hitam soal Jokowi-Ma'ruf Jadi Tersangka

Mujib Prayitno ยท Selasa, 26 Februari 2019 - 11:42 WIB
3 Perempuan Pelaku Kampanye Hitam soal Jokowi-Ma'ruf Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan perkembangan status tiga perempuan pelaku kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf di Bandung, Jabar, Selasa (26/2/2019). (Foto: iNews/Mujib Prayitno)

BANDUNG, iNews.id – Tiga perempuan dalam video viral yang melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin di Jawa Barat (Jabar), resmi menjadi tersangka penyebaran berita bohong. Ketiga perempuan tersebut, yakni ES, IP, dan CW.

Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jabar menjerat mereka dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).  Ketiganya dinilai terbukti berperan dalam video viral tersebut.

BACA JUGA:

3 Pelaku yang Kampanye Jokowi Menang Azan Dilarang Ditangkap di Jabar

Kampanye Hitam ke Jokowi Kian Marak, TKN Siapkan Gugatan

ES dan IP terlibat dalam penyampaian berita bohong kepada warga. Mereka menyebutkan jika pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang terpilih, maka suara azan akan dilarang dan pernikahan sejenis akan diperbolehkan. Sementara CW menjadi perekam video.

“Kami naikkan menjadi proses penyidikan. Ketiga orang kemarin kami tetapkan sebagai tersangka terkait dengan kasus ITE dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (26/2/2019).

Saat ini, ketiganya ditahan di Mapolres Karawang untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Proses penyidikan dilakukan oleh Polres Karawang dan masih tetap di-back up Polda Jabar,” kata Trunoyudo.

Sementara untuk aspek pelanggaran Pemilu yang dilakukan ketiganya, penyidik masih berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Kami masih menunggu hasil dari rekomendasi yang terpadu baik dari penyidik Polri, Bawaslu, dan juga dari Kejaksaan,” katanya.

Diketahui, dalam video yang viral di media sosial tersebut, para pelaku berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye ke rumah-rumah warga. Mereka mencoba meyakinkan warga bahwa jika Jokowi-Ma’ruf memenangkan Pilpres nanti, maka mereka akan melarang azan dan memperbolehkan pernikahan sesama jenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin)‎,” kata perempuan dalam video yang viral tersebut.


Editor : Maria Christina