37 Petugas KPPS dan 2 Polisi di Jabar Meninggal Usai Tugas Pemilu

Antara ยท Senin, 22 April 2019 - 16:59 WIB
37 Petugas KPPS dan 2 Polisi di Jabar Meninggal Usai Tugas Pemilu

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Dok.iNews.id)

BANDUNG, iNews.id – Puluhan anggota kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) dan anggota polisi di Jawa Barat meninggal dunia usai menjalankan tugas mengawal pemungutan suara pada Pemilu 2019.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan, hingga saat ini ada 37 orang di Jawa Barat yang meninggal dunia seusai menjalankan tugas sebagai panitia pemungutan suara (PPS).

“Hari ini laporan yang meninggal dunia adalah 37 orang. Polisi ada 2 orang menurut Kapolda. Jadi mereka yang meninggal dunia demi perahu Indonesia ini, 39 orang," kata pria yang akrab disapa Emil, Senin (22/4/2019).

Emil mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pemilu serentak 2019 ini. “Kami (Pemprov Jabar) berbelasungkawa atas meninggalnya panitia pemungutan suara hingga anggota Polri,” ucapnya.

BACA JUGA:

12 Anggota KPPS di Jawa Barat Meninggal, Ini Identitas dan Penyebabnya

54 Petugas Pemilu Meninggal karena Kelelahan Proses Penghitungan Suara

Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, dua personel polisi yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan Pemilu 2019 yakni, Aiptu (Ipda Anumerta) M Saepudin, anggota Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi yang meninggal dunia karena kelelahan saat mengawal surat suara.

Satu orang lainnya Bripka (Aipda Anumerta) Mashadi yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat menuju ke TPS 14 Desa Plumbon, Kabupaten Indramayu.

"Aiptu Saepudin mengawal kotak suara hingga sesak nafas besoknya meninggal. Satu lagi di Indramayu menabrak pohon dan meninggal dunia," Kata Agung di Mapolda Jabar.

Sebagai penghargaan atas jasa kedua personel yang gugur tersebut Polda Jabar menaikkan pangkatnya satu tingkat. "Sebagai tanggung jawab pimpinan, sudah kita lakukan semua naik pangkat setingkat anumerta," kata Agung.

Sementara itu, Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono juga berpesan agar masyarakat bisa merawat keamanan usai Pemilu. Dia meminta masyarakat menyikapi hasil Pemilu dengan menunggu penghitungan resmi dari KPU.

"Saya berpesan, kita memang boleh beda pilihan, tapi yang perlu diutamakan merawat keamanan dan kesejahteraan. Karena keamanan dan kesejahteraan mahal," Kata Tri.


Editor : Kastolani Marzuki