40 Warga Cianjur Keracunan Ikan Pindang saat Perpisahan Sekolah, 2 Tewas

Mochamad Andi Ichsyan ยท Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:04 WIB
40 Warga Cianjur Keracunan Ikan Pindang saat Perpisahan Sekolah, 2 Tewas

Petugas kesehatan Puskesmas Sindangbarang saat memeriksa seorang pasien yang mengalami gejala keracunan di Cianjur. (Foto: iNews/M Andy Ichsyan)

CIANJUR, iNews.idKeracunan massal dialami puluhan warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat. Mereka mengalami gejala sakit seusai menyantap ikan pindang yang dibeli saat acara perpisahan dan kenaikan kelas, Jumat (21/6/2019).

Informasi yang dirangkum iNews, para warga mulai berdatangan ke Puskesmas Sindangbarang sejak Jumat malam. Mereka mengalami gejala mual, muntah disertai diare. Awalnya pada siang hari, para warga ini menyantap ikan pindang yang dijual pedagang dalam acara perpisahan dan kenaikan kelas tersebut.

Dalam perawatan, dua orang meninggal dunia. Identitas korban yakni Riandiani, bocah 11 tahun asal Kampung Cisireum, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindang Barang, Cianjur. Almarhum sempat kritis hingga mengembuskan napas terakhir. Sementara korban kedua yakni Ahmad Sadili (56).

BACA JUGA: 5 Anggota Banser di Kendal Keracunan Diduga Akibat Makan Lele Goreng

“Data kami sejak semalam ada 40 pasien keracunan yang menjalani perawatan. Dua di antaranya meninggal,” ujar Dokter Puskesmas Sindang Barang Wulan Afriani, Sabtu (22/6/2019).

Dia mengatakan, saat ini sudah 30-an pasien yang diperbolehkan pulang, sedangkan delapan lainnya menjalani rawat inap. Hasil diagnosa, para pasien mengalami gejala keracunan.

“Kamu juga sudah menugaskan tim untuk turun lapangan jika ada warga yang mengalami gejala namun tak datang ke puskesmas,” katanya.

Hingga saat ini, kasus keracunan yang masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) masih dalam penyelidikan polisi. Petugas telah mengamankan pedagang ikan pindang dan juga meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, petugas juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap ikan pindang untuk pengembangan penyelidikan.


Editor : Donald Karouw