5 Desa di Cianjur Terdampak Banjir dan Longsor

Antara ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 18:21 WIB
5 Desa di Cianjur Terdampak Banjir dan Longsor

Ilustrasi merendam rumah warga. (Foto: iNews/Toiskandar).

CIANJUR, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat (Jabar), mencatat lima desa di Kecamatan Sukanagara dilanda bencana banjir dan longsor. Musibah ini memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke tempat lebih aman.

Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno mengatakan, langkah tersebut memang sangat diperlukan. Pihaknya juga mengimbau agar warga di sekitar lokasi segera mengungsi, karena khawatir bencana susulan.

"Warga yang tinggal di dekat lokasi bencana untuk mengungsi sementara waktu karena dikhawatirkan terjadi bencana susulan," kata Sugeng kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

BACA JUGA: Ini Identitas 43 Korban Banjir Bandang Jayapura yang Terindentifikasi

Dia menjelaskan, ada tiga titik bencana longsor, dua di antaranya terjadi di pemukiman, sehingga menimpa rumah warga dan longsor yang menyebabkan jalan utama di Cianjur bagian selatan amblas. Sementara banjir akibat luapan sungai terjadi di dua desa di wilayah tersebut.

Longsor terjadi di Desa Gunungsari, Desa Sindangsari dan Desa Sukarame, sedangkan banjir terjadi di Desa Sukakarya dan Desa Sukalaksana. Pihaknya menerjunkan tim yang dibagi lima kelompok untuk penanganan bencana.

"Tim sudah di lokasi bencana untuk melakukan pendataan, penanganan pasca bencana, hingga pendistribusian bantuan logistik. Tim langsung menyebar ke lokasi bencana yang terjadi nyaris serentak," katanya.

BACA JUGA: Korban Tewas Banjir Sentani Capai 104 Orang, 40 Belum Diidentifikasi

Sementara Camat Sukanagara, Dede Saputra, mengatakan pihaknya masih mengimbau warga yang terkena dampak bencana untuk mengungsi sementara ke rumah saudara atau tetangganya yang lebih aman karena masih tingginya intensitas hujan.

"Banjir terjadi akibat sungai Cibala meluap setelah hujan turun deras yang cukup lama. Baru tahun ini air sungai sampai meluap dan merendam rumah warga di dua desa. Sehingga pihak kecamatan bersama tim mengungsikan warga," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal