5 Fakta Grup Gay Garut yang Viral di Medsos, Nomor 4 Bentuk Perlawanan

Dony Aprian ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 17:13 WIB
5 Fakta Grup Gay Garut yang Viral di Medsos, Nomor 4 Bentuk Perlawanan

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Grup Facebook bernama Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut hilang tanpa jejak di jejaring sosial tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, grup yang beranggotakan lebih dari 2.500 pengguna akun media sosial (medsos) itu menjadi perbincangan masyarakat mau pun warganet. Bahkan polisi bergerak turun tangan menyelidikinya untuk memastikan kebenarannya.

Dari penelusuran, sebelum viral grup ini terbilang aktif karena dalam sebulan tercatat ada 956 postingan yang diunggah. Pengaturannya pun dibuat terbuka sehingga seluruh postingan, termasuk foto dan video bisa dilihat warganet tanpa harus bergabung di dalamnya.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum iNews.id soal hebohnya grup gay anak sekolahan di Garut, Jawa Barat (Jabar).


BACA JUGA:

Pemkab Garut Bentuk Tim Telusuri Pembuat Grup Medsos Gay Pelajar

Viral Grup Gay Pelajar SMP, Ratusan Kasek di Garut Deklarasi Anti-LGBT

Ridwan Kamil Prihatin dengan Komunitas Gay di Garut


1. Grup Gay Dibuat Sejak 2015

Meski baru-baru heboh dan mengejutkan publik, namun sebenarnya grup Facebook Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut telah berdiri sejak 15 April 2013 atau telah ada selama lima tahun lalu. Grup ini menjadi sorotan setelah kian maraknya muncul kasus penyimpangan seksual di permukaan.

2. Anggota Mencapai 2.500-an

Saat pertama kali heboh dan menjadi perbicangan warganet, jumlah anggota dalam grup Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut tercatat mendekati angka 2.500-an. Rata-rata pengguna akun yang tergabung dalam grup tersebut kalangan pria dan masih berstatus pelajar. Tak hanya warga Garut, namun juga dari berbagai daerah lainnya di wilayah Jabar.

3. Dibentuk Tim Khusus Pengungkap Fakta

Pemkab Garut langsung merespons kasus viral komunitas gay di kalangan pelajar dengan membentuk tim khusus. Tak hanya di lingkungan pemerintah, polisi juga bergerak untuk menyelidiki kasus grup Facebook yang telah meresahkan masyarakat tersebut.

4. Gerakan Deklarasi Anti-LGBT

Sedikitnya ada 384 kepala sekolah tingkat SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Garut yang berpartisipasi dalam deklarasi anti-LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), Rabu (10/10/2018). Mereka sepakat menyuarakan perlawanan terhadap penyimpangan orientasi seksual tersebut.

5. Grup Mendadak Hilang

Setelah mengebohkan masyarakat dan warganet, pada Rabu (10/10/2018), grup Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut menghilang dan tak bisa ditemukan. Belum diketahui apakah grup itu telah dihapus atau diblokir.


Editor : Donald Karouw