5 Warga Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Tasikmalaya

Asep Juhariyono ยท Selasa, 06 November 2018 - 13:57 WIB
5 Warga Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Tasikmalaya

Banjir bandang merendam sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Selasa (6/11/2018). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Banjir bandang dan longsor menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/11/2018). Lima warga dilaporkan tewas dalam musibah yang terjadi menyusul hujan deras di wilayah ini dan mengakibatkan aliran Sungai Cipatujah meluap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Wawan Ridwan Efendi mengatakan, laporan korban tersebut dia terima dari camat di Kecamatan Culamega dan Kecamatan Cipatujah.

“Di Culamega ada dua korban meninggal dan di Cipatujah ada tiga orang, baru laporan dari camat. Jadi jumlah yang meninggal, sejauh ini baru lima orang. Kami belum bisa pastikan jumlahnya karena masih terus menginventarisasi,” kata Wawan. 

Informasi yang diperoleh iNews, dari lima korban banjir dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya, baru satu korban ditemukan. Korban berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan tewas di pinggir Sungai Ciandum, Kecamatan Cipatujah.

Jenazah korban yang belum diketahui identitasnya ini langsung dievakuasi oleh petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya ke Puskesmas Cipatujah untuk diidentifikasi oleh petugas Polres Tasikmalaya.


BACA JUGA: 17 Tewas dan Puluhan Rumah Hanyut akibat Banjir Bandang di Madina


BPBD menyebutkan, beberapa lokasi yang diterjang banjir dan longsor, yakni dua desa di Kecamatan Cipatujah, yakni Desa Ciheras dan Desa Ciandum. Sementara di Kecamatan Karangnunggal, musibah tersebut menerjang Desa Cikupa dan Desa Ciawi. Selanjutnya di di Desa Cikuya, Kecamatan Culamega. Banjir dan longsor juga berdampak terhadap 50 kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan tersebut.

Musibah itu juga menyebabkan ruas jalan Cipatujah menuju Ciheras, Pameungpeuk atau Garut Selatan, lumpuh total karena putusnya Jembatan Pasanggrahan. Menurut laporan masyarakat, jembatan putus akibat arus air yang deras dari hulu Sungai Pasanggrahan.

Sementara itu, ratusan rumah warga di Kampung Jajaway, Desa Cipatujah, hingga saat ini masih terendam banjir setinggi kurang lebih 3 meter.

TRC BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penanganan jembatan yang putus. Selain itu, TRC BPBD Tasikmalaya memberikan bantuan dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir ke tempat lebih aman. TRC BPBD Kabupaten Tasikmalaya juga menyediakan alat transportasi untuk membantu warga ke sekolah.    


Editor : Maria Christina