6 Rumah Rusak Berat Akibat Tanah Bergerak di Kuningan

Toiskandar ยท Senin, 19 Februari 2018 - 09:23 WIB
6 Rumah Rusak Berat Akibat Tanah Bergerak di Kuningan

Rumah salah satu warga di Desa Randusari, Kecamatan Ciberem, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang rusak parah akibat bencana tanah bergerak, Senin (19/2/2018). (Foto: iNews.id/Toiskandar)

KUNINGAN, iNews.id - Hujan deras yang terus melanda wilayah Kuningan, Jawa Barat, selama tiga hari, membuat sejumlah rumah warga rusak parah akibat pergeseran tanah, Senin (19/2/2018) pagi. Kondisi dinding rumah retak-retak, sementara pemilik rumah terpaksa mengungsi ke tempat yang aman, karena takut rumahnya ambruk.

Sedikitnya enam rumah warga di Desa Randusari, Kecamatan Ciberem, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami rusak parah. Rumah-rumah warga tersebut, mengalami retak-retak di bagian dinding dan lantai akibat tanah bergerak. Tanah yang labil sehabis diguyur hujan deras yang tak kunjung berhenti selama tiga hari, menjadi penyebab rumah warga mengalami kerusakan hingga ambles.

Selain keenam rumah warga tersebut, sepuluh rumah lainnya terdampak akibat pergerakan tanah. Sejumlah pemilik rumah bahkan sudah meninggalkan rumahnya karena takut ambruk saat hujan deras kembali melanda kawasan tersebut.

Beruntung peristiwa tanah bergerak ini tidak memakan korban jiwa. Selain merusak rumah, tanah bergerak juga membuat jalan desa ambles dan retak-retak akibat sungai meluap.

Kepala Desa Randusari, Wari mengatakan, pihaknya sudah meminta warga yang menghuni rumah di sekitar lokasi bencana tanah bergerak untuk mengungsi. “Karena memang kondisi rumah tersebut rusak berat sehingga tidak mungkin dihuni lagi. Oleh karena itu, mohon penanganan dari Pak Bupati, dan dinas-dinas terkait yang ada di Kuningan untuk penanganan lebih lanjut dan untuk memprioritaskan apa yang menjadi permasalahan di desa ini,” ucap Wari.

Sementara itu, warga yang rumahnya rusak kini mengungsi di rumah sanak saudaranya.  Retakan di rumah warga terus merembet dan cukup mengkhawatirkan bagi keselamatan. Warga berharap, pemerintah agar merelokasi warga yang rumahnya rusak, dan memberikan bantuan sesegera mungkin.


Editor : Himas Puspito Putra