Tembok Tua Roboh Timpa Belasan Pelajar di Cirebon, 7 Orang Tewas

Toiskandar · Senin, 16 April 2018 - 14:31 WIB

Petugas dari TNI dan Polisi dibantu warga berupaya mencari satu orang korban yang masih tertimbun dalam musibah runtuhnya tembok tua di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4/2018) siang. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id - Sedikitnya tujuh orang tewas akibat tertimpa tembok bangunan berusia puluhan tahun, yang ambruk di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/4/2018) siang. Selain tujuh korban tewas, empat orang lainnya mengalami luka berat. Hingga berita saat ini, petugas masih berupaya mencari satu korban tewas yang masih berada dalam reruntuhan tembok tersebut.

Korban yang tewas akibat tertimpa bangunan tembok ini, umumnya adalah anak-anak yang masih duduk di bangku SMP. Peristiwa ambruknya tembok ini berawal, saat belasan anak-anak tersebut sedang latihan menari di sanggar di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin siang tadi.

Diduga karena usianya yang sudah tua dan mulai lapuk, tiba-tiba saja, tembok setinggi 20 meter yang ada di sanggar tersebut ambruk dan menimpa para korban.

Sejumlah petugas kepolisian dibantu warga yang datang ke lokasi kejadian langsung mencari para korban yang tertimbun reruntuhan tembok. Sementara, tujuh orang dipastikan tewas di lokasi kejadian sementara empat orang lainnya mengalami luka berat. Dari ketujuh korban tewas satu di antaranya hingga saat ini belum ditemukan.

“Ambruknya kemungkinan karena bangunannya sudah tua dan lapuk. Sanggarnya itu tertimpa bangunan yang ambruk ini. Sedangkan tadi banyak anak-anak yang belajar menari dan gamelan di sini. Semuanya ketimpa bangunan tua. Ada 11 orang yang tertimpa pada saat kejadian,” kata Karyana, salah seorang warga di lokasi kejadian.  

Hingga kini, petugas gabungan TNI dan Polri dibantu warga terus mencari korban tewas yang tertimbun reruntuhan tembok. Enam korban tewas sudah dibawa ke Rumah Sakit Arjawinangun, Cirebon. Sementara, korban luka-luka dilarikan ke puskesmas terdekat.

Petugas kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ambruknya tembok yang menyebabkan tujuh korban tewas tersebut.


Editor : Himas Puspito Putra

KOMENTAR