Ibu Bunuh Bayinya dengan Cara Dicekik, Lalu Dibuang ke Sungai

Ii Solihin · Senin, 16 April 2018 - 19:43 WIB

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku membunuh bayinya. (Foto: iNews/Ii Solihin)  

GARUT, iNews.id – Seorang ibu di Garut, Jawa Barat (Jabar), tega membunuh bayinya sendiri. Dia mencekik bayi yang baru dia lahirkan itu, lalu membuang jasadnya ke sungai. Pelaku diduga tega melakukan perbuatan keji itu karena bayinya hasil dari hubungan di luar nikah.

Pelaku berinisial T (25), warga Kecamatan Caringin, Garut, Jabar, telah diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut. Polisi menangkap T setelah mendapat laporan dari warga yang menemukan mayat bayi di sungai. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap T yang diketahui baru melahirkan. Sejumlah barang bukti turut diamankan, berupa pakaian pelaku, celana dalam, serta kantong plastik yang dijadikan alat untuk membuang korban ke sungai.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Satria Wiguna memaparkan, pelaku diduga kuat melahirkan bayi perempuan dari hasil hubungan di luar nikah dengan pria lain. Pelaku yang malu apabila perbuatanya diketahui tetangga dan orang tuanya, langsung memutuskan membunuhnya.

Hasil pemeriksaan polisi, korban yang merupakan bayi dibunuh dengan cara dicekik menggunakan celana dalam milik pelaku. Korban dibunuh sesaat setelah dilahirkan di kamar mandi rumahnya sehingga tak ada saksi yang mengetahui perbuatannya.

“Pelaku mungkin malu dengan anak hasil dari hubungan gelapnya sehingga dia membunuh bayi itu dengan cara mencekiknya dengan celana dalam. Bayinya lahir pada 12 April dan kami ungkap satu hari setelah itu,” kata AKBP Budi Satria Wiguna saat pemaparan di Mapolres Garut, Senin (16/4/2018).

Sementara itu, polisi juga masih mencari keberadaan pria yang memiliki hubungan dengan pelaku. “Laki-lakinya sampai sekarang belum terdeteksi di mana. Kami sedang melakukan pendalaman dan mencarinya,” ujar Budi Satria.

Pelaku dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 juncto pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun hingga 20 tahun penjara. 


Editor : Maria Christina

KOMENTAR