Arya Permana Bocah Seberat 192 Kg, Begini Kondisinya Sekarang

Mohammad Fachruddin ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 18:14 WIB
Arya Permana Bocah Seberat 192 Kg, Begini Kondisinya Sekarang

Aktivitas Arya Permana bersama keluarga. (Foto: iNews/M Fachrudin)

KARAWANG, iNews.id - Sosok Titi Wati, penderita obesitas akut dengan berat 350 kilogram, kini menjadi perbincangan publik. Apa yang dialaminya sekarang, sudah pernah dirasakan bocah asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Arya Permana.

Sudah dua tahun berlalu, sejak Arya menjadi trending topik publik serta warganet. Bocah yang tinggal di Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang ini mampu menurunkan bobotnya menjadi 88 kilogram, dari sebelumnya 192 kilogram.

Meski berat badannya turun drastis, namun kulit di tubuhnya malah mengendur. Ini dikarenakan dia kehilangan lemak di balik lapisan kulit. Kondisi ini diakui Arya membuatnya agak terganggu saat beraktivitas.

BACA JUGA: Sempat Sesak Napas, Titi Wati Siap Jalani Tindakan Medis di RSUD

"Memang terganggu, tapi nanti mau dioperasi," kata Arya saat di rumahnya kawasan Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jabar, Jumat (11/1/2019).

Setelah lulus sekolah tingkat SD nanti, Arya rencananya akan menjalani operasi plastik di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Arya kini sudah bisa beraktivitas secara normal. Dia pun mengaku gemar berolahraga, seperti sepak bola dan berenang. Tak jarang, bapaknya juga mengajak Arya berolahraga bermain badminton.

BACA JUGA: Evakuasi Titi Wati Penderita Obesitas ke Rumah Sakit Libatkan 20 Orang

"Kalau makan itu, jangan banyak makan manis dan berminyak. Sama kurangi minum air dingin," ujar dia.

Bapak Arya, Ade Somantri mengatakan, Arya memang berhasil menurunkan beratnya hingga 100 kilogram lebih setelah menjalani operasi penyempitan lambung. Pascaoperasi, dia memang pantang mengonsumsi makanan manis.

Selain itu, jenis makanan seperti mi instan pun sama sekali tidak boleh dimakan anaknya. Karena, lama proses tubuh mencerna mi instan ini.

"Pola makannnya, gizinya, memang ada pengaturan khusus, tidak bisa semaunya lagi," ujar Ade.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal