Aspers Kasad dan Dispsiad Hadiri Simposium Psikologi Militer di Sarajevo

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 18 Mei 2019 - 10:42 WIB
Aspers Kasad dan Dispsiad Hadiri Simposium Psikologi Militer di Sarajevo

Delegasi TNI AD saat menghadiri International Applied Military Psychology Symposium (IAMPS) 2019 di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Aspers Kasad Mayjen TNI AD Heri Wiranto menghadiri International Applied Military Psychology Symposium (IAMPS) di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. Pertemuan ini menjadi salah satu media untuk mendukung akselerasi pembangunan personel TNI AD yang profesional dan unggul.

Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad) Brigjen TNI Dr Eri Radityawara Hidayat mengatakan, saat ini TNI AD sedang memasuki tahap kedua reformasi birokrasi bidang personel. Di mana dalam visi-nya, yakni mewujudkan personel TNI AD yang profesional dan unggul.

“Berkaitan dengan hal ini, Aspers Kasad beserta rombongan dari Dispsiad melaksanakan studi banding untuk menggali kekinian penerapan illmu psikologi dalam kemiliteran oleh negara-negara peserta,” ujarnya di Bandung, Jumat (17/5/2019).

Dia mengatakan, simposium ini diagendakan berlangsung selama 5 hari di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. Temanya yakni The Strength Of An Army Is Not In Its Weapons, Its Strength Is In Its People (Kekuatan militer bukanlah pada persenjataannya. Tetapi ada pada manusianya).

BACA JUGA: Jelang 22 Mei, TNI Siap Amankan Simbol-Simbol Negara

“Selain untuk bertukar informasi, simposium ini juga untuk memberikan  pengembangan terkini mengenai berbagai penerapan ilmu psikologi yang diterapkan di negara-negara para peserta,’’ katanya.

Dia menjelaskan, simposium tahun ini lebih menekankan akan pentingnya peran psikologi dalam menyiapkan dan meningkatkan kondisi kesehatan mental prajurit dan keluarganya. Terutama dalam menghadapi tuntutan penugasan yang sangat kompleks dan penuh dengan tekanan.

Selain itu lanjut Eri, dalam simposium yang dibuka Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina Marina Pendes dan Ketua Misi IOM Peter Van der Auweraert, juga dibahas empat topik besar. Yakni kepemimpinan, pengukuran individu dan organisasi, resiliensi dan operasional stress, serta dukungan bagi keluarga militer dan veteran.

“Pada momen ini, TNI AD diberikan kesempatan untuk memaparkan tentang validitas hasil uji coba alat ukur psikologi. Tampil sebagai pemapar yakni Kapten Didon Permadi (Perwira Staf Dispsiad) dengan judul penggunaan alat ukur kepribadian Millon versi Indonesia untuk seleksi personil TNI-AD,” katanya.

Berdasarkan paparan disimpulkan, alat ukur yang telah diadaptasi ke dalam versi Indonesia cukup valid dan dapat diterapkan sebagai pendeteksi perilaku dalam penugasan yang kompleks dan penuh tekanan.

Eri mengungkapkan, dengan keikutsertaan TNI AD pada simposium ini dapat disimpulkan pemilihan personel militer merupakan hal yang esensial dan akan menunjang efektivitas kinerja.

Selain itu, penyiapan prajurit yang akan ditugaskan dalam penugasan jangka panjang perlu memperhatikan kondisi psikologisnya. Baik saat akan maupun setelah penugasan, tentunya dengan pemeriksaan psikologis yang berkelanjutan.

“Di samping itu juga faktor keluarga. Keluarga merupakan support system yang utama bagi prajurit yang profesional dan unggul dalam menghadapi setiap kesulitan dalam penugasan,” tuturnya.

Dalam kunjungan delegasi TNI-AD, turut serta mendampingi antara lain Atase Pertahanan setempat Kolonel Chb Sri Adi Trio Wahyu Pramono dan delegasi juga diterima oleh Dubes RI untuk Bosnia & Herzegovin Amelia Yani (putri Almarhum Jenderal Ahmad Yani).


Editor : Donald Karouw