Banjir di Cirebon Makin Parah, Warga Mulai Mengungsi

Toiskandar ยท Senin, 12 Maret 2018 - 09:56 WIB
Banjir di Cirebon Makin Parah, Warga Mulai Mengungsi

Sejumlah warga korban banjir di Cirebon mulai mengungsi, Senin (12/3/2018) pagi. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id - Akibat sungai meluap, lima kecamatan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, hingga saat ini masih terendam banjir. Ketinggian banjir masih bervariasi mulai dari satu meter hingga 1,5 meter lebih. Sejumlah warga yang terdampak banjir, mulai mengungsi ke tempat pengungsian. Minimnya perahu karet, membuat sebagian warga sulit untuk dievakuasi.

Seperti yang terpantau di Desa Kalyan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (12/3/2018) pagi. Sejumlah warga mulai mengevekuasi barang barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman, setelah banjir yang merendam permukiman terus naik hingga mencapai satu setengah meter. Bahkan, ratusan rumah di bantaran tanggul sungai terendam dengan ketinggian hampir dua meter.

Minimnya perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cirebon, membuat warga melakukan evakuasi secara manual dengan menerobos banjir berjalan kaki. Sejumlah wanita hingga para lansia, dievakuasi ke rumah sanak saudaranya. Sementara, para kaum pria bertahan di rumahnya masing-masing dengan alasan menjaga harta benda mereka.

Dari catatan BPBD Kabupaten Cirebon, tercatat lebih dari 1.400 rumah terendam banjir. Tiga puluh persen warga, sudah mengungsi dan dievakuasi ke sekolah, masjid maupun rumah-rumah yang tak terdampak banjir. Saat ini, banjir dikabarkan merendam lima kecamatan di Cirebon, seperti, di Kecamatan Plumbon, Gunung Jati, Kedawung, Plered, dan Pangurangan.

“Di bagian tengah banjir sudah sampai pinggang orang dewasa. Ini yang paling parah. Kemarin-kemarin sih hanya sampai paha. Sekarang sudah lebih tinggi lagi, sampai masuk rumah,” ucap Wati, salah seorang warga korban banjir di Desa Kalyan.

Menurut Wati, banjir kali ini kiriman dari luapan sungai di sekitar Cirebon. “Tapi ini merata kok Mas. Soalnya di Kota Cirebon juga begitu, hampir seluruh wilayah Cirebon dilanda banjir seperti ini,” katanya.

Wati pun kini harus mengungsi ke rumah saudaranya yang tak terkena banjir. Dia terpaksa meninggalkan rumahnya karena sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali selagi banjir menerjang. Dia pun berharap, banjir yang melanda permukiman tempatnya tinggal segera surut agar dia bisa kembali ke rumahnya.

Saat ini, Wilayah terdampak banjir membutuhkan bantuan berupa perahu karet untuk mengevakuasi warganya yang terjebak banjir. Warga juga mulai membutuhkan sandang dan pangan, mengingat sebagian besar pakaian maupun pangan mereka tenggelam bersama tingginya air banjir yang merendam rumah mereka.


Editor : Himas Puspito Putra