Bawa Senjata Tajam, 4 Pelajar di Sukabumi Diamankan sebelum Tawuran

Antara ยท Kamis, 31 Januari 2019 - 08:15 WIB
Bawa Senjata Tajam, 4 Pelajar di Sukabumi Diamankan sebelum Tawuran

Ilustrasi pelajar membawa senjata tajam. (Foto: Istimewa).

SUKABUMI, iNews.id - Polisi mengamankan empat orang pelajar dari dua sekolah kejuruan (SMK) di Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Mereka diduga terlibat aksi tawuran dan membawa senjata tajam.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, empat pelajar tersebut berinisial RA dan RI (satu sekolah), kemudian RM dan SU (satu sekolah). Tiga dari empat remaja ini kedapatan membawa senjata tajam di tas mereka.

"Mereka ditangkap karena hendak tawuran," kata Susatyo kepada wartawan di Kota Sukabumi, Jabar, Kamis (31/1/2019).

Menurut dia, para pelajar dari dua sekolah ini selalu bertikai karena masalah sepele, seperti saling ejek serta adanya tantangan di media sosial. Bahkan, mereka disebut berani melukai lawannya saat tawuran.

Untuk memberikan efek jera oknum pelajar tersebut, khususnya yang membawa senjata tajam, polisi akan melanjutkan kasus ini hingga ke persidangan. Selain itu, tetap akan ada pembinaan ke mereka.

"Angka kasus tawuran di Kota Sukabumi memang sudah menurun, namun masih ada beberapa oknum pelajar dari beberapa sekolah nekat saling serang," ujar dia.

Karena itu, sebagai langkah antisipatif Polres Sukabumi Kota menempatkan petugas di sejumlah titik rawan. Lokasi-lokasi tersebut diyakini menjadi tempat kumpul sekelompok pelajar yang hendak melakukan tawuran.

Pada kasus ini polisi mengamankan senjata tajam jenis pedang patimura, celurit dan gir motor yang sudah dimodifikasi. Polisi masih memeriksa para pelajar ini terkait kepemilikan senjata tajam yang mereka bawa.

Kepada polisi, seorang pelajar RM mengaku, harus membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga bila ada serangan dari sekolah lain. Terutama saat pulang sekolah, kadang-kadang ada serangan mendadak di dekat sekolahnya.

"Dia mengaku senjata ini untuk mempertahankan diri, dan kalau ada serangan salah sasaran," ujar Susatyo.

Kini mereka harus berhadapan dengan hukum. Para pelajar dari SMK swasta di Kota Sukabumi itu akan dijerat Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 karena kedapatan membawa senjata tajam secara ilegal.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal