Begini Nasib Perempuan Berseragam PNS Jabar yang Foto dan Video Mesumnya Viral

Okezone, CDB Yudistira ยท Minggu, 22 September 2019 - 09:49 WIB
Begini Nasib Perempuan Berseragam PNS Jabar yang Foto dan Video Mesumnya Viral

Ilustrasi. (foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – RJ (30) pemeran perempuan yang foto syur dan video mesumnya viral dipulangkan penyidik Polda Jawa Barat. Dia dibebaskan dan statusnya tidak dinaikkan menjadi tersangka, namun tetap sebagai saksi.

"Sudah dipulangkan karena statusnya sebagai saksi," ujar Wadir Reskrimsus Polda Jabar AKBP Hary Brata saat dihubungi, Minggu (22/9/2019).

Perempuan berseragam PNS Pemprov Jabar yang belakangan diketahui seorang guru honorer di Purwakarta ini dibebaskan karena tak mengetahui jika perbuatan mesumnya direkam tersangka RIA (31). Di mana dalam video yang beredar, pasangan selingkuh ini berbuat mesum dalam mobil di parkiran mall.

“Pengakuan yang bersangkutan, dia tidak sadar saat itu direkam tersangka," katanya.

BACA JUGA: Video dan Foto Syur PNS Jabar Direkam di Sebuah Parkiran Mal

Kendati demikian, RJ bisa saja ditetapkan juga sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Namun sejauh ini, keterangannya mengetahui soal pembuatan dan penyebaran video mesum di media sosial.

"Kan waktu direkam juga dia tidak ketahui," katanya.

Diketahui, beberapa hari terakhir beredar video dan foto syur perempuan berjilbab mengenakan pakaian PNS dengan lambang Pemprov Jabar. Belakangan diketahui perempuan itu yakni RJ bersama pasangan selingkuhnya RIA. Baik RJ maupun Ria sama-sama telah berkeluarga. Mereka merupakan guru honorer salah satu SMK di Purwakarta.

BACA JUGA: Kasus Foto Syur PNS Jabar, Polisi: Para Pelaku Pasangan Selingkuh

Polisi telah menetapkan RIA sebagai tersangka atas penyebar foto dan video mesum tersebut. Motifnya sakit hati lantaran ditinggal pergi RJ.

Atas perbuatannya, tersangka RIA kini ditahan polisi. Dia disangkakan melanggar Pasal 45 Ayat (1) Juncto Pasal 27 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan terhadap UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.


Editor : Donald Karouw