BMKG: Bandung Masuki Masa Pancaroba, Akhir Oktober Musim Penghujan

Yogi Pasha ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:21 WIB
BMKG: Bandung Masuki Masa Pancaroba, Akhir Oktober Musim Penghujan

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – Peristiwa kekeringan yang terjadi sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar) segera berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi akhir Oktober sudah mulai memasuki musim penghujan.

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, kondisi alam yang terjadi saat ini secara bertahap mulai menandakan musim kemarau panjang akan berakhir. Salah satunya posisi matahari yang mulai bergeser ke selatan.

Dia mengungkapkan, memasuki minggu kedua Oktober akan menjadi masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke penghujan."Akhir Oktober diprediksi masuk musim hujan di wilayah Bandung dan sekitarnya. Saat ini posisi matahari secara bertahap bergeset ke selatan," kata Tony kepada iNews.id, Rabu (10/10/2018).


BACA JUGA:

Catat, Besok Warga Bandung Alami Hari Tanpa Bayangan Pukul 11.36 WIB

Sinar Matahari Terik di Hari Tanpa Bayangan, Ini Bahaya bagi Kesehatan


Dia mengimbau, seluruh masyarakat agar bisa menjaga kesehatan memasuki perubahan musim ini. Sebab, kondisi cuaca sedang peralihan dan sering kali berubah-ubah. "Jaga kesehatan di masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Karena cuaca dalam sehari mudah berubah, pagi-siang cerah, menjelang sore potensi hujan," ujarnya.

Diketahui, musim kemarau yang cukup panjang tahun ini membuat sejumlah wilayah di Jabar dan sekitarnya mengalami kekeringan. Sumber air baku yang sempat tertampung di beberapa waduk mengalami penurunan drastis.

Beberapa sumber air bahkan mengering. Kondisi itu berdampak terhadap sistem irigasi pertanian dan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtawening Kota Bandung pun mengurangi produksi air bersihnya akibat kekurangan sumber air baku. Sedikitnya 170.000-an pelanggan PDAM terpaksa mengalami giliran untuk mendapat pasokan air bersih.


Editor : Donald Karouw