Cegah DBD, Caleg Perindo Fogging 2 Kecamatan di Cianjur

Mochamad Andi Ichsyan ยท Minggu, 10 Maret 2019 - 22:15 WIB
Cegah DBD, Caleg Perindo Fogging 2 Kecamatan di Cianjur

Partai Perindo terus gencar melakukan fogging untuk memberantas penyakit DBD. (Foto: Dok.iNews.id)

CIANJUR, iNews.id – DPD Partai Perindo Cianjur, Jawa Barat melakukan fogging di perumahan padat penduduk Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang dan Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber.

Pengasapan atau fogging ini dinisiasi tiga calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Perindo menyusul adanya permintaan warga yang khawatir terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Ketiga caleg itu yakni, Andri Suherman, Ade Sopiyan, dan Debora Debby Wage. Mereka ikut terjun langsung melakukan fogging di rumah-rumah warga dan pekarangan.

Para kader dan caleg Perindo juga memasangkan stiker di setiap rumah warga dan membagikan kalender, serta kaus partai.

BACA JUGA:

Langganan Rob, Caleg Perindo Fogging Ratusan Rumah di Pesisir Semarang

DBD Merebak di Pemalang, Caleg Perindo Fogging Ratusan Rumah Warga

Caleg DPR dari Perindo Dapil III Jabar, Debora Debby Wage mengatakan, fogging gratis ini untuk merespons permintaan warga yang sebelumnya terkena penyakit DBD. “Kegiatan ini juga merupakan komitmen dari Partai Perindo untuk membantu warga dalam mencegah dan memberantas DBD,” katanya, Minggu (10/3/2019).

Ketua DPD Partai Perindo Cianjur, Andri Suherman mengatakan, dengan adanya fogging ini diharapkan masyarakat bisa terhindar dari penyakit DBD. “Selain fogging, kita juga akan memberikan program ekonomi kerakyatan. Dengan adanya kegiatan ini Partai Perindo bisa lebih dikenal dan dekat lagi dengan masyarkat serta dapat menarik minat dukungan di pileg,” kata caleg DPRD Cianjur ini.

Fogging gratis Perindo tersebut disambut antusias warga. Mereka menilai fogging tersebut sangat bermanfaat dan membantu kesehatan warga. “Dengan adanya fogging dari Partai Perindo ini, diharapkan akan mengurangi penyebaran penyakit DBD. Harapan warga, kegiatan ini bisa rutin digelar,” kata seorang warga, Neneng Hanifah.


Editor : Kastolani Marzuki