Diancam 6 Tahun Penjara, Sopir Dump Truk: Saya Tidak Tahu Kelebihan Muatan

Irwan ยท Rabu, 04 September 2019 - 20:54 WIB
Diancam 6 Tahun Penjara, Sopir Dump Truk: Saya Tidak Tahu Kelebihan Muatan

Subana, sopir dump truk ditetapkan tersangka kecelakaan beruntun di Tol Purbaleunyi, Purwakarta Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNews.id – Subana (S), sopir dump truk yang memicu kecelakaan beruntun 21 kendaraan hingga menewaskan delapan orang dan puluhan lainnya luka-luka di Tol Purbaleunyi KM 91, Purwakarta ditetapkan tersangka dalam kecelakaan itu. 

Selain Subana, Polres Purwakarta  juga menetapkan Dedi Hidayat (DH), sopir dump truk yang terguling sebagai tersangka. Namun, Dedi gugur secara hukum karena tewas dalam kecelakaan tragis itu.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengatakan, kedua tersangka dijerat Pasal 310 ayat 1, 2, 3, dan 4 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“DH dan S ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan tersangka. Selain itu berdasarkan barang bukti di lainnya selama dua kali olah TKP,” kata AKBP Matrius, Rabu (4/9/2019).

Mantan Kasatlantas Polres Brebes itu mengungkapkan, penyebab lain kecelakaan maut itu akibat muatan material kedua truk yang dikemudikan kedua tersangka melebihi batas semestinya.

“Hal itu berdampak ketika truk melaju di lokasi kejadian dengan kondisi jalan menurun rem kedua truk yang dikemudikan dua tersangka tidak berfungsi. Sehingga terjadilah tabrakan beruntun 21 kendaraan dan mengakibatkan delapan orang tewas serta puluhan luka-luka,” ujarnya.  

BACA JUGA:

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi, Begini Pengakuan Sopir Dump Truk

Tersangka Subana mengatakan, truk yang dikemudikannya berjalan dari arah Padalarang tujuan Karawang Timur. “Kami berdua mau mengantar material tanah. Di sekitar lokasi kejadian, truk yang dikemudikan teman saya DH ini remnya blong dan menyalip truk saya. Setelah itu, truk DH terguling di tengah tol dan mengakibatkan DH meninggal. Truk saya yang berjalan di belakang juga remnya tidak berfungsi. Truk saya menabrak kendaraan yang mengantre akibat terhalang truk DH,” katanya.

Subana mengaku tidak mengetahui muatan material tanah pasir yang dibawanya bersama temannya DH dari satu perusahaan yang sama melebihi batas semestinya. “Saya tidak tahu. Saya hanya menjalankan truk,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki