Dianiaya Ibu Angkat, Bocah Perempuan Yatim Piatu di Depok Kondisinya Mengenaskan

Iyung Rizky ยท Jumat, 31 Mei 2019 - 02:15 WIB
Dianiaya Ibu Angkat, Bocah Perempuan Yatim Piatu di Depok Kondisinya Mengenaskan

Kondisi SA, bocah perempuan yang dianiaya ibu angkatnya sangat mengenaskan. Korban kini dirawat di RS Fatmawati Depok. (Foto: iNews.id/Iyunk Rizky)

DEPOK, iNews.id - Nasib nahas dialami SA (11) bocah perempuan yatim piatu menjadi korban penganiayaan ibu angkatnya. SA mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat disiram air panas oleh pelaku yang tinggal di Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.

SA yang sempat menjadi anak jalanan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan itu, kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Depok. SA diketahui diangkat anak oleh pelaku berinisial N saat melihat SA jadi anak jalanan.

SA pun mengira kehidupannya akan berubah, namun malah berujung tragis. Dia malah menjadi budak karena harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan jika melakukan kesalahan dianiaya.

Ketua RW Kelurahan Pangkalan Jati, Suryadi menuturkan, penganiayaan yang dialami SA terungkap setelah warga melihat tubuh korban dipenuhi luka bakar. Tanpa pikir panjang, SA langsung dibawa warga ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis.

“Saya sempat tanya ke dia (SA), penyebab lukanya. Dia mengaku disiram air panas hanya karena mengajak bercanda anak kandung ibu angkatnya,” kata Suryadi, Kamis (30/5/2019).

BACA JUGA: Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak, Ini Hasil Visumnya

Mendengar pengakuan SA, Suryadi bersama pengurus lingkungan setempat ditemani warga pun langsung mendatangi rumah pelaku. Namun mereka tidak menemukan keberadaan pelaku. “Pas kita ke sana, orang tua angkat korban tidak ada di rumah. Warga pun berinisiatif melaporkan kejadian ini ke Polsek Limo,” ucapnya.

Ayah tiri pelaku, Saidi mengaku sangat prihatin melihat kondisi SA yang diangkat anak oleh anak tirinya tersebut. Dia pun tidak mengetahui kejadian tersebut lantaran pelaku menganiaya di rumah kontrakannya di kawasan Gandulan.

Pemilik kontrakan, Mahmudin menuturkan, pelaku dan suaminya baru satu minggu tinggal di sana dan belum melapor. “Rumahnya sepi. Mereka baru seminggu tinggal di sini dan belum lapor ke kami,” ucapnya.

Kasus penganiayaan anak tersebut kini masih dalam penyelidikan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Polisi juga masih memburu pelaku yang diduga melarikan diri setelah menganiaya anak angkatnya.


Editor : Kastolani Marzuki