Didakwa Pasal Berlapis, Habib Bahar Smith Diancam Maksimal 9 Tahun

Juhpita Meilana ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 15:10 WIB
Didakwa Pasal Berlapis, Habib Bahar Smith Diancam Maksimal 9 Tahun

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (tengah) dikawal petugas menuju ruang sidang sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

BANDUNG, iNews.id – Terdakwa kasus dugaan penganiayan anak di bawah umur, Habib Bahar Smith, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (28/2/2019). Jaksa mendakwa Bahar dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor dan Kejaksaan Tinggi (Kejati Jabar) memaparkan, terdakwa secara sadar melakukan penganiayaan anak di bawah umur yang mengakibatkan CAJ (18) dan MKUAM (18), mengalami luka berat.

Jaksa dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Ketua Edison M memaparkan, penganiayaan itu dilakukan Bahar Smith di Pondok Pesantren (Ponpes) miliknya, Tajul Alawiyyin. Aksi penganiayaan berawal saat dua korban CAJ dan MKUAM mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar di Bali. Hal itu membuat Bahar emosi.

BACA JUGA:

Dari Perusakan hingga Persekusi, Berikut Kumpulan Kasus Habib Bahar

Kontroversi Habib Bahar, Sandiaga: Berikanlah Ceramah yang Menyejukkan

Dia lalu meminta santrinya untuk mencari dua korban, MKUAM dan CAJ yang selanjutnya dibawa ke Ponpes Tajul Alawiyyin. Bahar kemudian menganiaya keduanya. Selain Bahar, ada 15 santrinya yang terlibat dalam penganiayaan kedua remaja tersebut.

Atas perbuataannya tersebut, JPU mendakwa Habib Bahar Smith dengan pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP, pasal 351 ayat 2 KUHP, pasal 333 ayat (2) KUHP, serta pasal 80 ayat 2 dan pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara.

Mendengar dakwaan tersebut, terdakwa Habib Bahar Smith melalui kuasa hukumnya mengatakan, akan mangajukan eksepsi. “Kami akan mengajukan eksepsi,” kata penasehat hukum Bahar kepada majelis hakim.

Sementara Majelis Hakim Ketua Edison M mengatakan, akan kembali menggelar sidang lanjutan dengan agenda eksepsi pada Rabu depan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Jalan Seram Bandung.

Usai menjalani sidang, terdakwa langsung dibawa kedalam mobil tahanan dengan pengawalan ketat petugas dan disambut takbir massa pendukungnya. Sebelum menjalani sidang perdana di PN Bandung, Rabu pagi, kedatangan Habib Bahar juga disambut takbir massa pendukungnya yang sejak pagi memenuhi ruangan sidang.

Saat sidang berlangsung, massa pendukung Bahar Smith menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman kantor PN Bandung, menuntut terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan. Pelaksanaan sidang diamankan sekitar 1.300 petugas gabungan TNI-Polri.


Editor : Maria Christina