Diduga Depresi, Mahasiswa S2 ITB Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Kamar Kos

Agus Warsudi, Sindonews ยท Rabu, 04 September 2019 - 07:34 WIB
Diduga Depresi, Mahasiswa S2 ITB Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Kamar Kos

Ilustrasi gantung diri. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – Muhtar Amin (25), mahasiswa S2 Jurusan Mikro Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ditemukan gantung diri dalam kamar kosnya, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (3/9/2019) malam. Korban yang tercatat sebagai warga Mojolaran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, diduga depresi sehingga nekat mengakhiri hidup dengan menggunakan tali tambang.

Kapolsek Coblong Aulia Djabar mengatakan, peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri awalnya diketahui rekan korban yang ketika itu sedang datang berkunjung ke tempat kos, sekaloigus lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

"Korban bunuh diri dengan cara gantung diri di kusen pintu kamar kos. Peristiwa ini diketahui temannya yang curiga melihat ada tali tambang biru terlilit di kusen pintu," ujar Aulia saat dikonfirmasi, Selasa (3/9/2019) malam.

Selanjutnya, rekan korban bersama teman lainnya mencoba mendobrak pintu kamar. Namun karena terhalang oleh tubuh korban, pintu kamar kos itu sulit dibuka. Mereka berhasil didobrak setelah tali tambang biru tersebut digunting dari bagian ventilasi.

"Korban terlepas dari tali ikatan jatuh dalam posisi telentang. Setelah itu warga bisa masuk dan melaporkan kejadiannya kepada anggota kami," katanya.

Kapolsek memperkirakan, korban Muhtar Amin baru meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan. Sebab tubuh tampak masih segar. Selain itu dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polrestabes Bandung, tidak menemukakan tanda-tanda bekas kekerasan fisik di tubuh korban.

"Petugas menemukan surat kontrol berobat dari Rumah Sakit Melinda 2 dari bagian kejiwaan yang menerangkan orban mengalami depresi," katanya.

Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan penyebab utama atau alasan korban melakakukan bunuh diri.

"Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Dokter yang bisa menentukan (penyebab kematian). Kami juga telah menghubungi keluarga korban," tuturnya.


Editor : Donald Karouw