Diduga Makan Bubur Program Gizi, Puluhan Siswa SD Keracunan

Wilda Topan ยท Senin, 03 Desember 2018 - 20:46 WIB
Diduga Makan Bubur Program Gizi, Puluhan Siswa SD Keracunan

Siswa-siswi SD di Kota Sukabumi keracunan usai menyantap progas. (Foto: iNews/Wilda Topan).

GARUT, iNews.id - Puluhan siswa SD Bantargabang, Kecamatan Bantargadung, Kota Sukabumi, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan akibat memakan bubur dari Program Gizi Anak Sekolah (Progas). Dari 60 siswa yang diperiksa tim medis, 19 lainnya mendapat penganan intensif di puskesmas.

Kepala Puskesmas Bantargadung, Yayu Sriwahyuni mengatakan, ketika para siswa ini datang ke puskesmas, mereka semua dalam kondisi pucat dan berkeringat. Petugas puskesmas langsung memberikan penanganan awal pada mereka yang dinilai butuh prioritas.

BACA JUGA: Puluhan Santri Asal Ponpes Al-Itihad Garut Diduga Keracunan Makanan

"Jadi, kami pilih mana yang masih bisa duduk. Lalu, mana yang harus berbaring," kata Yayu usai memberikan penanganan kepada para siswa di Puskesmas Bantargadung, Kota Sukabumi, Jabar, Senin (3/12/2018).

Dia menambahkan, ada 19 siswa yang mendapat perawatan lanjutan dari puskesmas. Sedangkan sisanya, sekitar 60 siswa diizinkan pulang dengan obat. Dan, ada satu orang yang dirujuk ke rumah sakit, karena kondisinya yang terbilang butuh perawatan lebih serius.

"Satu siswa ini dirujuk karena memang dia sebelumnya sudah sakit cacar air. Jadi, harus dilarikan ke rumah sakit," ujar dia.

BACA JUGA: 35 Siswa SD Diduga Keracunan Usai Konsumi Es Kepal di Merangin Jambi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa SD ini mengalami keracunan akibat menyantap bubur Progas di sekolah. Awalnya kondisi mereka baik-baik saja, namun setelah mengonsumsi makanan tersebut, mereka langsung mengaku pusing, mual dan buang-buang air.

"Mual, terus pusing," kata seorang siswi, Novita Sari.

Sementara untuk penyelidikan, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi segera membawa sampel dari bubur Progas untuk diuji laboratorium. Hasilnya akan diketahui dalam waktu beberapa hari, benar atau tidak makanan ini sebagai penyebab mereka mengalami keracunan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal