Diluncurkan di Depok, Aplikasi Warso Targetkan 1 RW 1 Wirausaha

Nuriwan Tri Hendrawan, Sindonews ยท Minggu, 03 November 2019 - 09:40 WIB
Diluncurkan di Depok, Aplikasi Warso Targetkan 1 RW 1 Wirausaha

Warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pose bersama dengan pendiri aplikasi Warso. (Foto: SINDOnews)

DEPOK, iNews.id - Aplikasi mobile platform wirausaha untuk lingkungan rukun warga (RW) bernama Warung Solusi (Warso)  diluncurkan. Dengan aplikasi ini ditargetkan 1 RW mampu menumbuhkan satu wirausaha.

Founder Warso Wahyu Indra mengatakan, Warso adalah warung yang menyediakan usaha sebagai solusi keuangan bagi tiap pengurus RW.

Transaksi usaha tersebut dilakukan melalui sebuah aplikasi android bernama WARSO. 

Wahyu menjelaskan, Warso bertujuan memberdayakan masyarakat agar mampu memperoleh keuntungan dari usaha yang murah dan mudah.

"Hasil keuntungannya akan digunakan untuk membiayai kegiatan PKK dan Karang Taruna di lingkungan RW masing-masing,” kata Wahyu Indra, saat peluncuran Warso di di RW 02, Kelurahan Depok Jaya, Kota Depok, Sabtu, 2 November 2019.

Menurut Wahyu Indra, pendirian Warso dilatarbelakangi pengalamannya pernah menjadi ketua RW di Kelurahan Kemirimuka, Kota Depok.

Berawal dari kegelisahan bahwa untuk menjalankan roda organisasi kepengurusan RW yang sangat minim dan selalu mengandalkan dari iuran warga. Sementara dana penguatan dari pemerintah daerah hanya berkisaran Rp2 juta per tahunnya.

Padahal di dalam kepengurusan RW ada PKK, Karang Taruna dan berbagai macam kegiatan yang harus dijalankan.

Di sisi lain, kata Wahyu, pengetahuan dan kemampuan pencatatan keuangan menjadi salah satu sorotan di setiap pengurus RW.

Untuk itu Warso juga akan memberikan transfer knowlegde tentang pencatatan keuangan RW yang baik.

“Berdasarkan masalah tersebut di atas, maka kami mencoba memikirkan bagaimana menghadirkan bentuk usaha di lingkungan yang mempunyai margin yang cukup besar. Sehingga bisa mengisi kas setiap RW untuk menjalankan roda organisasi," katanya.

Dia berharap setelah RW mempunyai dana kas dari usaha Warso akan membentuk koperasi di lingkungan RW masing-masing.

Berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya, akhirnya Warso memutuskan memulai dari usaha kuliner yaitu mi ayam dan ayam olahan.

Pertimbangannya berdasarkan data statistik konsumsi mi di Indonesia dari Tahun 2011 hingga 2015 rata-rata pertumbuhan 14 persen. Kemudian statistik konsumsi ayam di Indonesia 2011-2015 rata-rata pertumbuhan 17 persen.

Warso menghadirkan penjualan mi ayam melalui aplikasi android dengan harga hanya Rp8.000 per porsi. Dalam setiap porsi sudah ada keuntungan sebesar Rp4.000.

"Kita tahu kalau di pasaran harga mi ayam seporsinya sudah lebih dari Rp10.000. Jadi harga yang dipasang Warso sangat kompetitif,” ujar Wahyu.

Sedangkan untuk produk ayam olahan, Warso memproduksi ayam olahan bumbu kuning (Bandung) dan ayam bumbu kalasan. Bila di pasaran, harga kedua makanan tersebut sudah di atas Rp50.000 per ekor (800 gram potong 8).

Khusus produk Warso, setiap RW bisa menjual dengan harga Rp37.000 per ekor. Dari harga itu, pihak RW sudah mendapatkan keuntungan Rp4.000 per ekornya.

Co Founder Tikak Sukmaja mengatakan, Warso menggunakan konsep kemitraan atau partnership. Di mana modal utama atau starter pack seperti gerobak, freezer, kompor, smartphone dan lain-lain itu sudah disediakan oleh pihak Warso.

Mitra Warso, dalam hal ini RW tinggal menunjuk 1-2 orang sebagai pengelola atau penanggung jawab dan menjalankan usaha warung.

“Alasan mengapa Warso memilih menggunakan aplikasi. Selain memudahkan dalam bertransaksi, aplikasi juga memberikan nilai lebih yaitu transparansi dan akuntabilitas. Dimana dengan aplikasi semua transaksi tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Tikak.

Camat Pancoranmas, Kota Depok, Utang Wardaya mengatakan,
konsep usaha Warso simple namun fokus terhadap sasaran. Konsep usaha ini merupakan terobosan untuk merespon dinamika perkembangan dan situasi perekonomian warga.

“Banyak yang bisa disinergikan antara program pemerintah dengan Warso ini yakni terkait pembinaan dan penguatan kelembagaan sosial RW dan RT, Karang Taruna dan PKK. Terutama penguatan peran sosial ekonomi warga,” kata Utang Wardaya.

Camat Pancoranmas berjanji akan memfasilitasi agar jangkauan Warso dapat diperluas lagi. Sehingga diharapkan dapat membangkitkan semangat dalam menumbuhkembangkan ekonomi warga, sekaligus mengatasi pengangguran pemuda.

“Di kecamatan kami ada 107 RW beserta Karang Tarunanya. Ini sangat potensial dalam menguatkan perekonomian secara kewilayahan di Kecamatan Pancoranmas yang masih didominasi ekonomi sektor kuliner,” kata dia.

Lurah Depok Jaya Herman mengatakan, Warso merupakan sebuah usaha bisnis yang menjanjikan dan tidak memerlukan waktu habis terbuang dalam memulai sebuah wirausaha.


Editor : Kastolani Marzuki