Dinas PU: Banjir di Bandung karena 27 Sungai dalam Kondisi Kritis

Yogi Pasha ยท Kamis, 29 November 2018 - 14:09 WIB
Dinas PU: Banjir di Bandung karena 27 Sungai dalam Kondisi Kritis

Kepala Bidang Pemeliharan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Tedi Setiadi. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Musim hujan yang terjadi tiap tahun selalu membuat sejumlah wilayah di Kota Bandung sering tergenang banjir. Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung menyebut, hal itu akibat 27 dari 47 sungai yang ada di Bandung dalam kondisi kritis. 

Kepala Bidang Pemeliharan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Tedi Setiadi mengatakan, persoalan banjir yang kerap terjadi di saat musim hujan di Kota Bandung dipengaruhi sejumlah faktor. Selain drainase yang belum optimal, 61 persen kondisi sungai dan anak sungai di Kota Bandung dalam keadaan kritis. 

Menurut dia, 27 dari 47 sungai itu terjadi pendangkalan atau sedimentasi sehingga perlu dilakukan pengerukan. Selain itu, hampir 50 persen aliran daerah sungai (DAS) yang mengalami penyempitan.

BACA JUGA:

Wali Kota Ingin Penanganan Banjir di Bandung Lebih Komprehensif

Hujan Deras Landa Bandung, Jalan Pagarsih Kembali Tergenang


"Kami harus keruk tiap hari karena terjadi pendangkalan. Banyak penyempitan juga dan butuh pelebaran. Sekarang seharusnya lebar enam meter tinggal tiga meter," kata Tedi usai kegiatan Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kamis (29/11/2018).

Tedi mengungkapkan, penyempitan DAS Citeupus terlihat di daerah Astana Anyar, Pagarsih, dan beberapa titik lainnya. Di kawasan ini, kata dia, penyempitan DAS terjadi hampir 50 persen dari awalnya delapan meter menjadi empat meter. 

"Sungai Citepus itu bisa delapan meter asalnya. Tapi hilirnya ada yang jadi empat meter. Ada yang melebar lagi, nah itu yang mengakibatkan air meluap," ujar dia. 

Tedi menyebutkan, untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi memang dibutuhkan sejumlah langkah, di antaranya perbaikan dan pelebaran sungai. "Idealnya melebarkan sungai, lakukan normalisasi dan pengerukan. Kalau kolam retensi itu hanya menahan air. Ketika misalnya air turun ke sungai kita tahan dan alihkan," ucap dia. 


Editor : Himas Puspito Putra