Direktur PT Anairis Jadi DPO, Dinilai Tahu Aliran Rp30 M Uang Konsumen

Yogi Pasha ยท Selasa, 18 September 2018 - 16:05 WIB
Direktur PT Anairis Jadi DPO, Dinilai Tahu Aliran Rp30 M Uang Konsumen

Salah satu konsumen yang jadi korban penipuan properti bodong menunjukkan gambar Direktur Keuangan PT Anairis. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id – Korban penipuan properti bodong melaporkan Direktur Keuangan PT Anairis atas nama Kartini alias Ajeng ke Mapolrestabes Bandung, Selasa (18/9/2018). Mereka mendesak, polisi segera menangkap terlapor karena diduga mengetahui aliran dana miliaran rupiah milik konsumen.

Kuasa hukum korban properti bodong Yun Ermanto mengatakan, saat ini terlapor telah dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pencarian itu untuk mengungkap titik terang soal dana Rp30 miliar milik konsumen yang telah dibayarkan untuk membeli rumah dengan harga relatif murah tersebut.

"Terlapor (Ajeng) sudah DPO. Polisi juga sudah menelusuri aliran dana di salah satu bank milik PT Anairis tapi rekeningnya kosong," kata Yun di Polrestabes Bandung, Selasa (18/9/2018).


BACA JUGA:

Korban Penipuan Properti Bodong di Bandung Bertambah Jadi 500 Orang

135 Konsumen di Bandung Tertipu Proyek Properti Bodong Rp11,4 Miliar


Dia mengungkapkan, dugaan penipuan yang dilakukan PT Anairis ini hampir sama dengan perusahan lain di bawah PT Syna Group. Dalam praktiknya, mereka menawarkan penjualan rumah dengan harga Rp100 juta/unit untuk tipe 36. Dengan tawaran murah itu, sejumlah calon konsumen yang rata-rata para keluarga rumah tangga baru dan ingin memiliki tempat tinggal layak langsung tergiur.

"Modusnya rumah syariah. Harganya minim Rp100 juta per unit. Korbannya rumah tangga tangga. Tapi, ternyata tanah untuk pembangunan perumahan itu belum dibayarkan," ujarnya.

Yun berharap, polisi bisa menangkap Direktur Keuangan PT Anairis tersebut. Sebab terlapor merupakan kunci aliran dana hingga Rp30 miliar milik konsumen yang hilang. "Sampai sekarang statusnya DPO. Polisi masih mencarinya. Dia itu yang tahu aliran uang milik konsumen," ucapnya.

Diketahui, sejumlah perwakilan korban penipuan properti bodong di Kota Bandung mendatangi Mapolrestabes Bandung di Jalan Jawa, Selasa (18/9/2018) siang. Mereka melaporkan sejumlah nama jajaran direktur yang masuk dalam kelompok usaha milik PT Syna Group. Salah satu yang dilaporkan yakni Direktur Keuangan PT Anairis atas nama Kartini alias Ajeng.


Editor : Donald Karouw