Disekap 4 Hari, Gadis asal Cianjur Diperkosa Paman dan 2 Rekannya sampai Linglung

Mochamad Andi Ichsyan ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 12:07 WIB
Disekap 4 Hari, Gadis asal Cianjur Diperkosa Paman dan 2 Rekannya sampai Linglung

Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana. (Moch Andy Ichsyan)

CIANJUR, iNews.id – Kisah kelam dialami gadis 16 tahun asal Cianjur, Jawa Barat. Dia menjadi korban kebiadaban paman bersama dua rekannya. Selama empat hari, korban disekap dan diperkosa secara bergilir oleh ketiga pelaku.

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa ini terungkap setelah korban memanfaatkan kelengahan para pelaku usai memerkosanya. Korban memberanikan diri untuk kabur dari rumah salah satu pelaku yang menjadi lokasi penyekapan dan diselamatkan petugas yang sedang patroli kewilayahan.

Atas laporan korban, polisi langsung menangkap kedua pelaku masing-masing berinisial JR dan rekannya AH (paman korban). Sementara satu pelaku berinisial ED masih diburu anggota Satreskrim Polres Cianjur.


Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana mengatakan, kronologi penyekapan dan pemerkosaan berawal saat pelaku JR menawarkan pekerjaan kepada korban. Tanpa curiga, korban menerima tawaran tersebut dan mau saat diajak JR untuk pergi ke Jakarta pada Rabu (2/10/2019).

BACA JUGA: Istri Selingkuh dengan Penambang Emas saat Suami Pergi Memancing, Aksi Mesum Mereka Kepergok Warga

Sebelum berangkat ke Jakarta, korban dibawa ke rumah JR di Gang Harapan, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur Kota. Di lokasi ini, korban disekap dan mengalami kekerasan seksual. Tak hanya itu, keesokan harinya pelaku JR mengajak kedua rekannya yakni AH paman korban dan ED ke datang rumahnya. Mereka bergiliran memerkosa korban.

“Korban disekap selama empat hari dan diperkosa ketiga pelaku secara bergiliran,” ujar Jaka, Selasa (8/10/2019).

Kemudian, pelaku JR sempat membawa korban ke Jakarta untuk dipekerjakan. Namun sesampai di sana, korban ditolak oleh pemberi pekerjaan.

“Korban ini ditolak bekerja karena pemberi pekerjaan melihat kondisinya linglung,” katanya.

Hari itu juga pelaku JR kembali membawa korban ke rumahnya, Minggu (6/10/2019). Di sana, dia kembali memerkosa korban. Saat ada kesempatan, korban pun melarikan diri dan diselamatkan polisi yang sedang berpatroli.

“Petugas kami yang sedang patroli menemukan korban dan langsung menangkap kedua pelaku,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka dan memburu pelaku ED. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti meliputi pakaian korban dan para pelaku, serta dua unit motor dan ponsel.

“Kami menjeratnya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Para pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp5 milar, serta Pasal 332 KUHP,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw