Dishub Bandung Rekayasa 5 Titik Kemacetan Pekan Depan, Ini Detailnya

Yogi Pasha ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:29 WIB
Dishub Bandung Rekayasa 5 Titik Kemacetan Pekan Depan, Ini Detailnya

Salah satu kondisi kemacetan di jalanan Kota Bandung. (Foto: dok iNews)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberlakukan jalur lalu lintas baru di lima titik jalan yang kerap menjadi biang kemacetan pada pekan depan. Kebijakan rekayasa jalan ini usai keberhasilan ujicoba yang dilakukan sejak 2 Oktober 2018 lalu.

Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kurnia mengatakan, rekayasa jalur baru di lima titik akan berlaku efektif per Senin (15/10/2018). Rekayasa jalur baru itu di ruas Jalan Sentot Ali Basa, Jalan Dr Rum–Dr Susilo, Jalan Supadio–Lanud Husein Sastranagara, Jalan Natuna–Jalan Sunda, dan Jalan Setiabudi.

“Senin pekan depan akan kami terapkan. Nanti setelah berjalan akan dievaluasi,” kata Asep di Balaikota, Kamis(11/10/2018).

Dia mengungkapkan, ruas-ruas tersebut direkayasa karena kerap mengalami konflik lalu lintas. Dalam penetapan rute baru itu, Dishub akan memasang pembatas jalan di ruas Jalan Supadio–Lanud menuju Jalan Abdurrahman Saleh. Selain itu, akan ada pemasangan tanda dilarang masuk di jalur pintas menuju Jalan Supadio ke arah Jalan Abdurahman Saleh dan sebaliknya. Dengan begitu, pengguna jalan mengitari pulau ke arah Jalan Garuda.

Sementara itu, di wilayah Pasir Kaliki ada perubahan laju arus di Jalan Dr Susilo. Semula Jalan Dr Susilo menjadi jalur masuk ke Jalan Pasir Kaliki, kini arus tersebut dibalik menjadi lajur dari arah Jalan Pasir Kaliki. Warga yang akan masuk ke Jalan Pasir Kaliki dari arah Jalan Dr Susilo harus melalui Jalan Dr Rum.

Lain halnya dengan jalur di Jalan Natuna–Jalan Sunda. Dishub Kota Bandung akan mengalihkan jalur dari Jalan Natuna ke Jalan Sunda melewati Kartini. Dishub juga akan memasang pembatas di tikungan Jalan Natuna.

“Tadinya dari Jalan Natuna itu boleh langsung masuk ke Jalan Sunda, sekarang sudah tidak bisa. Namun apabila dari hasil evaluasi pemasangan water barier sudah dapat mengurangi tundaan lalu lintas, maka pada ruas Jalan Sunda cukup hanya memasang concrete barrier saja," ujarnya.

Selain itu, pembatas jalan juga akan ditempatkan di Jalan Sentot Alibasa, jalur sisi timur Lapangan Gasibu, tepatnya pada titik “U-Turn” jalur tersebut. Dengan begitu, warga tidak dapat memutar arah di jalan tersebut, melainkan harus masuk ke Jalan Diponegoro terlebih dahulu.

Perubahan lainnya yaitu di Jalan Setiabudi. Dishub Kota Bandung akan memasang pembatas jalan sepanjang 250 meter. Jalan yang dibatasi mulai dari depan Rumah Mode sampai pertigaan Jalan Karangsari. “Akan dipasang pembatas mulai dari depan Rumah Mode sampai pertigaan Jalan Karangsari. Dari Jalan Karangsari dilarang belok kanan ke Jalan Setiabudi bawah, hanya belok kiri menuju ke atas,” ucapnya.

Untuk itu, Asep mengimbau kepada warga untuk mengantisipasi perubahan arus tersebut dan tetap menjaga ketertiban di jalan raya. “Bagi pengguna jalan, tetaplah patuh menaati rambu lalu lintas,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw