Dokter Mogok Kerja, Ratusan Pasien di RSUD Indramayu Telantar

Toiskandar ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 13:11 WIB
Dokter Mogok Kerja, Ratusan Pasien di RSUD Indramayu Telantar

Para pasien telantar karena belasan dokter dan paramedis di RSUD Indramayu menggelar mogok kerja, Rabu (9/1/2019). (Foto: iNews/Toiskandar)

INDRAMAYU, iNews.id – Ratusan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu, Jawa Barat, Rabu pagi (9/1/2019), telantar akibat belasan dokter dan paramedis menggela aksi mogok kerja. Aksi itu dipicu pemecatan dua dokter oleh pihak manajemen rumah sakit.

Menurut para dokter dan paramedis, mogok kerja itu sebagai aksi solidaritas terhadap dua rekan mereka yang dipecat. Mereka juga memprotes sikap manajemen rumah sakit milik Pemkab Indramayu yang dinilai arogan melakukan pemecatan. Selain itu, hingga sekarang belum ada kejelasan dari pihak manajemen terkait jasa medik untuk para dokter dan paramedis.

Petugas medis memasang spanduk permohonan maaf dokter dan paramedis di RSUD Indramayu kepada para pasien karena menggelar mogok kerja, Rabu (9/1/2019). (Foto: iNews/Toiskandar)


Namun, para pasien dan keluarga menyayangkan aksi mogok kerja tersebut  karena berimbas pada pelayanan kesehatan masyarakat yang terganggu. Ratusan pasien RSUD Indramayu tidak bisa segera mendapat pelayanan.

“Saya mau ke dokter kulit. Saya sudah menunggu dari jam 08.00 WIB dan katanya belum ada dokternya,” kata pasien, Asiyah.

BACA JUGA:

Puluhan Dokter dan Tenaga Medis di Maros Mogok Kerja, Pasien Telantar

Tak Digaji 4 Bulan, Ratusan Tenaga Honorer RSUD Pirngadi Mogok Kerja

Sementara Direktur RSUD Indramayu, Dokter Lisfayeni mengatakan, manajemen masih melakukan pembicaraan dengan dokter dan paramedis terkait aksi mogok tersebut. Pihak rumah sakit meminta maaf kepada pasien atas pelayanan yang mengalami gangguan.

“Sebenarnya memang dua dokter itu sudah habis kontrak. Cuma memang kami belum memanggil lagi,” kata Dokter Lisfayeni.

Ratusan pasien berharap agar pihak rumah sakit segera membuka pelayanan medis lagi karena warga sangat membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Menjawab permintaan tersebut, pihak rumah sakit menegaskan segera membuka pelayanan kesehatan kembali.


Editor : Maria Christina