Driver Ojek Online di Bekasi Ditangkap Densus, Diduga Anggota JAD

Rahmat Hidayat ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 16:25 WIB
Driver Ojek Online di Bekasi Ditangkap Densus, Diduga Anggota JAD

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap terduga teroris jaringan JAD di Kampung Babakan, Kota Bekasi, Jabar. (Foto: Dok.iNews.id)

BEKASI, iNews.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap seorang terduga jaringan teroris di salah satu rumah kontrakan di Jalan Mandor Haji Demong Kampung Babakan RT 01 RW 03, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019).

Dari penangkapan tersebut, Densus mengamankan beberapa barang bukti di antaranya anak panah beserta busurnya. Penangkapan terduga teroris berinisial DA (37) itu membuat kaget warga dan tetangga kontrakan korban.

Mereka rata-rata mengaku tidak begitu mengenal sosok DA yang diketahui baru empat bulan menempati rumah petak ini dan bekerja sebagai driver ojek online.

Informasi diperoleh iNews, terduga teroris berinisial DA ini merupakan bagian dari jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi. DA diketahui merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur.

BACA JUGA:

Tangkap 3 Terduga Teroris di Bekasi, Tim Densus Amankan 1 Boks Bahan Peledak

Toko Ponsel di Bekasi Digerebek Densus 88 Antiteror, Karyawan Masih Syok

Tetangga DA, Tardi menuturkan, DA dikenal kurang bersosialisasi dengan seluruh penghuni kontrakan. DA juga baru menempati rumah kontrakan bercat coklat ini selama empat bulan terakhir.

Warga hanya mengetahui kalau DA memiliki aktivitas sebagai pengemudi ojek online berangkat siang dan pulang hingga larut malam. Di rumah kontrakan itu, DA tinggal bersama istri dan empat anaknya.

“Istri terduga teroris itu juga memakai cadar dan hampir tidak pernah keluar rumah kontrakan ataupun berbincang dengan para tetangga,” katanya. 

Tardi mengaku hampir mayoritas tetangga tidak mengetahui DA terlibat dalam kasus apa, sehingga ditangkap polisi. Sebab, meski hidup bersebelahan namun terduga teroris itu tidak pernah sedikitpun melakukan komunikasi.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat mulai ketua RT dan RW Kampung Babakan yang hendak dikonfirmasi awak media merasa keberatan dimintai keterangan. Mereka takut disangkut pautkan dengan persoalan terorisme.


Editor : Kastolani Marzuki