Flyover Sumbangan Korsel untuk Bandung Bakal Dibangun di Jalan Garuda

Yogi Pasha ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:57 WIB
Flyover Sumbangan Korsel untuk Bandung Bakal Dibangun di Jalan Garuda

Wali Kota Bandung Oded M Danial saat menerima kunjungan pengusaha PT Total Solution Intelligent di Pendopo dalam rencana pembangunan flyover., Jumat (12/10/2018). (Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan infrastruktur dari Korea Selatan. Bantuan berupa hibah itu berupa jembatan layang atau flyover. Rencananya, jembatan ini akan dibangun di kawasan Jalan Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung. 

Wali Kota Bandung Oded Danial mengatakan, bantuan infrastruktur yang diberikan Korea Selatan ini merupakan hasil kerja sama yang dilakukan selama ini bersama Pemerintah Kota Suwon. Nantinya kerja sama bilateral itu berupa pembangunan flyover atau jembatan layang.

“Saya kedatangan pengusaha dari Korea Selatan, PT Total Solution Intelligent yang bergerak di bidang pembagunan jembatan. Mereka menawarkan hibah membuat satu atau dua titik jembatan layang,” kata Oded di Pendopo, Jumat (12/10/2018).

Oded menyebutkan, bantuan pembangunan jembatan layang dari Korsel ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Garuda. Teknologi pembangunan jembatan layang ini sederhana dan cepat (corrygated steel). Nantinya jembatan layang di Jalan Garuda akan menyerupai Jembatan Pelangi yang berada di perempatan Jalan Terusan Jakarta-Kiaracondong. 

“Saya arahkan ke Jalan Garuda karena di sana crowded (sesak). Tapi baru kehendak saya, harus koordinasi dulu karena itu jalan nasional, juga dengan provinsi,” ujar Mang Oded. 

Lebih lanjut Oded menjelaskan, selanjutnya akan dibuat DED (Detail Engineering Design) sehingga akan terlihat manfaat dan juga hambatannya. Mengingat lokasinya tidak jauh dari Bandara Husein Sastranegara yang mensyaratkan ketinggian bangunan dan gedung.

“Secepatnya harus dikejar progress-nya. Saya sudah tugaskan komandan di lapangan yaitu pak Arif (Kepala Dinas Pekerjaan Umum),” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPU Kota Bandung, Arif Prasetya menyebutkan, akan kembali menggelar pertemuan dengan pengusaha Korea Selatan untuk membuat DED. Langkah berikutnya, harus ada percepatan. Apalagi keinginan seperti di negaranya, sekarang dibicarakan, bulan depan langsung bekerja.

“Saya bilang tidak bisa seperti itu kalau di kita. Karena ini menyangkut stakeholders yang berbeda. Diperkirakan akan ada beberapa lokasi yang harus dibebaskan dan menyangkut instansi lain seperti Lanud Husein Sastranegara dan PT KAI,” ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra