Gempa Bumi Cilacap Terasa di Pangandaran, Warga dan Wisatawan Panik Berhamburan

Irfan Ramdiansyah ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 19:57 WIB
Gempa Bumi Cilacap Terasa di Pangandaran, Warga dan Wisatawan Panik Berhamburan

Para wisatawan kembali ke lokasi Pantai Pangandaran, Jawa Barat, pascagempa Cilacap, Jawa Tengah, yang sempat membuat kepanikan, Minggu (9/6/2019). (Foto: iNews/Irfan Ramdiansyah)

PANGANDARAN, iNews.id – Getaran gempa bumi 5,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), terasa hingga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), Minggu (9/6/2019) sore tadi. Warga sempat berhamburan keluar rumah sementara wisatawan di pantai barat Pangandaran juga panik berlari menjauh dari pantai.

Sejumlah warga dan wisatawan mengaku panik karena merasakan getaran gempa yang kuat. Warga di sekitar Pangandaran spontan lari berhamburan keluar rumah dan menunggu getaran hilang. Sejumlah kaum ibu tampak menggendong anaknya dan berkumpul dengan warga lainnya.

“Getarannya terasa sekali,” kata warga yang masih berada di luar rumah usai gempa, Minggu sore tadi.


BACA JUGA: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Cilacap Jateng, Tak Berpotensi Tsunami


Sementara kepanikan juga terlihat di kawasan Pantai Pangadandaran. Meskipun gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, para wisatawan berlari menjauh dari pantai. Sebagian yang menginap di lokasi pantai juga langsung berlari keluar. Selain itu, ada yang mempercepat waktu kunjungannya.

Salah satu wisawatan asal Kabupaten Tasikmalaya, Agus mengatakan, saat gempa dirinya bersama tamu yang lain sempat berhamburan keluar hotel karena merasa takut. Namun, setelah itu mereka kembali merasa tenang dan berniat tetap menlanjutkan menghabiskan liburan di Pangandaran.

“Getarannya terasa tadi, pada tegang dan panik tadi sampai keluar hotel dulu. Cuma, kami masih tetap menginap di sini,” kata Agus.


BACA JUGA: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Cilacap dan Terasa hingga Bandung, Ini Penjelasan BMKG


Sementara salah satu delman di Pantai Pangandaran, Andre mengatakan, dia sedang berada di pantai saat gempa terjadi. Dirinya melihat pungunjung berlarian panik meninggalkan pantai karena takut. Namun setelah getaran tidak terasa lagi, sebagian pengunjung kembali ke pantai.

“Pengunjung pada lari tadi karena panik, tapi sebagian balik lagi, yang masih takut langsung pulang. Kalau saya sudah biasa,” ujar Andre.

Danramil Pangandaran Mayor Inf Ikeu Masrika mengatakan, situasi pascagempa Cilacap di Pantai Pangandaran aman. Saat gempa memang sempat terjadi kepanikan, tapi sudah kembali normal. Para wisatawan yang sudah tenang kembali ke pantai dan masih bertahan di sana.

“Tadi memang ada kepanikan, wisatawan dari pinggir pantai lari ke jalan karena memang ada imbauan seperti itu. Alhamdulillah, setelah itu para pengunjung kembali ke pantai dan masih bertahan di pinggir-pinggir pantai. Lalu lintas terap normal, tidak ada kepanikan yang sangat,” katanya.

Dari pantauan, hingga Minggu sore menjelang malam, gempa Cilacap tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Wisatawan di objek wisata Pantai Pangandaran masih padat, bahkan masih terus berdatangan.


Editor : Maria Christina