Guru Honorer di Tasikmalaya Tewas usai Tabrakkan Diri ke Kereta Api Serayu

Asep Juhariyono ยท Sabtu, 24 Agustus 2019 - 12:00 WIB
Guru Honorer di Tasikmalaya Tewas usai Tabrakkan Diri ke Kereta Api Serayu

Petugas membawa jenazah guru honorer yang tewas tertabrak kereta api ke kamar mayat, RSUD Dokter Soekardjo, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (24/8/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Seorang guru honorer di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), tewas setelah tertabrak Kereta Api Serayu, jurusan Pasar Senen Jakarta-Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu pagi (24/8/2019). Korban diduga menabrakkan diri ke kereta api karena terbebani masalah perceraian dengan suaminya.

Korban diketahui bernama Yani Suryani (40), guru honorer Madrasah Tsanawiyah (MTs), warga Kampung Nagrog, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Korban tertabrak di dekat palang pintu perlintasan Kereta Api Pasar Pancasila, Kota Tasikmalaya, Sabtu pagi.

Pantauan iNews, para keluarga korban tampak berdatangan ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tangis haru keluarga korban langsung pecah saat melihat kondisi korban yang sudah terbujur kaku.

BACA JUGA:

Tak Terima Didugat Cerai Istri, Pria Ini Nekat Gantung Diri di Pohon Mangga

Tragis, Pengantin Perempuan Gantung Diri 2 hari sebelum Penikahan di Aceh Besar

Menurut petugas jaga palang pintu perlintasan kereta api, Ariyana Rizki Tresna, korban sempat menjauh dari rel saat kereta masih jauh. Namun, ketika kereta sudah dekat, korban malah melintasi palang pintu dan diduga sengaja menabrakkan diri saat Kereta Api Serayu jurusan Pasar Senen-Purwokerto melintas dari Barat ke Timur, pada pukul 05.00 WIB.

“Sesudah kereta mendekat, korban langsung menabrakkan diri ke kereta. Korban sempat terseret kurang lebih 20 meter dari TKP,” kata Ariyana Rizki Tresna.

Sementara menurut orang tuanya, korban pergi dari rumah sejak Jumat dini hari (23/8/2019). Korban sempat pamit kepada keluarga, tapi tidak memberitahukan tujuannya. Korban juga sempat memberikan uang kepada ketiga anaknya.

Korban diketahui mempunyai masalah rumah tangga. Sebab, beberapa waktu lalu, korban sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya. Korban diduga pergi dari rumah karena terkait dengan permasalahan tersebut.

“Dia memang ada masalah rumah tangga, ada cekcok. Dia sudah cerai dengan suaminya baru-baru ini,” kata ibu korban, Dede Hudaesah.

Saat pemeriksaan di kamar mayat RSUD Dokter Soekardjo, petugas Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota menemukan uang Rp110.000 dan tiket Bus Budiman jurusan Tasikmalaya-Jakarta dari saku korban. Setelah dilakukan visum oleh petugas, korban langsung dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan.


Editor : Maria Christina