Hari Bakti PU Ke-73, Menteri PUPR: Infrastruktur Mempersatukan Bangsa

Tri Hatnanto ยท Senin, 03 Desember 2018 - 21:20 WIB
Hari Bakti PU Ke-73, Menteri PUPR: Infrastruktur Mempersatukan Bangsa

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan sambutannya dalam acara Hari Bakti PU Ke-73 di Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meminta seluruh jajaran ASN PUPR terus menjaga kekompakan dan kerja sama mereka dalam bekerja.

Hal ini diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ujung pelosok wilayah Indonesia sebagai bentuk kehadiran pemerintah dan upaya mempersatukan bangsa.

Demikian disampaikan Menteri Basuki dalam sambutannya pada upacara bendera memperingati Hari Bakti PU ke-73 di lapangan Gedung Sate, Bandung (3/12/2018). Tema Hari Bakti PU tahun 2018 yakni "Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa".

"Saya berpesan sebagai Insan PUPR, kita harus selalu menanamkan dalam diri kita sikap bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas, bergerak cepat dengan sigap dan cermat serta bertindak tepat dengan hasil yang bermanfaat. Karena kita adalah Kementerian PUPR yang siap bekerja kapan saja dan di mana saja," kata Menteri Basuki dalam sambutannya sebagai inspektur upacara.

Bertindak sebagai komandan upacara Dirjen Cipta Karya, Danis H. Sumadilaga, dan dihadiri oleh para pejabat tinggi madya, pratama dan pegawai Kementerian PUPR. Upacara Hari Bakti PU juga dilakukan diseluruh Balai Besar Kementerian PUPR di daerah.

Menteri Basuki berpesan, seluruh insan PUPR tidak cepat berpuas diri, tapi justru lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas setiap kebijakan dan langkah. Diperlukan terobosan baru dan lompatan agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.

"Ide-ide kreatif dan inovatif harus dapat diimplementasikan, sehingga dihasilkan infrastruktur yang lebih berkualitas, lebih cepat, dan lebih murah," ujar Menteri Basuki.

Dia juga mengatakan, infrastruktur yang dibangun tidak lagi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar, namun harus ditujukan untuk mendorong peningkatan daya saing bangsa.

"Sebab itu, semua pelaksanaan harus didasarkan atas proses pemrograman yang terencana dengan baik dan kepemimpinan yang kuat," tuturnya.

Kepemimpinan yang kuat menurut Menteri Basuki juga dibutuhkan untuk mengawal pemerataan dan peningkatan daya saing. Untuk itu seluruh pejabat dan insan PUPR harus mampu menjadi infrastruktur manajer, bukan hanya sekedar manajer konstruksi.

Dengan begitu, akan mampu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur diselesaikan dengan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tepat manfaat.

Pada akhir 2018 ini, Menteri Basuki kembali menekankan untuk fokus menyelesaikan pekerjaan yang sudah diprogramkan. Selain itu harus menjaga komitmen untuk dapat mencapai prognosis penyerapan anggaran sebesar 93 persen sesuai target yang ditetapkan dengan tetap menjaga keselamatan, kualitas, dan keamanan hasil pekerjaan.

Untuk tahun 2019 mendatang, Kementerian PUPR diberikan amanah alokasi anggaran sebesar Rp110,7 triliun. Kementerian PUPR juga mendapat amanah tambahan untuk mendukung misi penguatan SDM dan perekonomian masyarakat melalui pembangunan sekolah, perguruan tinggi, madrasah, serta pasar induk regional.

Usai upacara, Menteri Basuki melakukan peletakan karangan bunga dan ziarah ke makam pahlawan Sapta Taruna di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Pahlawan Sapta Taruna merupakan tujuh pegawai PU yang gugur pada saat mempertahankan Gedung Sate, dulunya merupakan kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum, dari serangan Belanda.

Mereka yakni Soehodo, Didi Hardianto Kamarga, dan Muchtaruddin, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu dan Soerjono. Generasi muda PUPR pun turut hadir dalam acara upacara dan ziarah tersebut.

"Melalui regenerasi, kami ingin menanamkan jiwa militansi Sapta Taruna kepada seluruh generasi muda PUPR. Meski tantangannya berbeda namun jiwa patriotisme harus selalu ada sesuai dengan semboyan kerja. Jangan lihat kerjaku, tapi lihat karyaku, dikerjakan dengan diam dan kompak," kata Menteri Basuki.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal