Hutan Gunung Ciremai di Kuningan Terbakar, Luasnya Mencapai 100 Hektare

Toiskandar ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 19:30 WIB
Hutan Gunung Ciremai di Kuningan Terbakar, Luasnya Mencapai 100 Hektare

Hutan di Kawasan Gunung Ciremai, Kuningan Jabar terbakar, luasnya mencapai 100 hektare. (Foto: iNews.id/Toiskandar)

KUNINGAN, iNews.id - Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hingga Rabu (23/10/2019) sore, api terlihat masih terus meluas.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, kebakaran di Gunung Ciremai saat ini mencapai hampir 100 hektare dan terletak di ketinggian 1.800 hingga 2.000 meter diatas permukaan laut (MDPL). Petugas gabungan terus dikerahkan untuk memadamkan api.

Awal mula kebakaran terjadi di kawasan Blok Situmpuk, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Senin (21/10/2019). Kebakaran terus meluas hingga masuk ke wilayah perbatasan Kuningan, tepatnya kawasan Hutan Batukarang, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Hingga kini, petugas gabungan dari polisi hutan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, BPBD Kuningan dan Majalengka terus berupaya memadamkan api di beberapa titik api yang masih menyala.

BACA JUGA: Angin Kencang Jadi Kendala Petugas Memadamkan Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai

Proses pemadaman dilakukan secara manual. Petugas mengalami banyak kendala di antaranya sulitnya medan untuk masuk ke kawasan hutan yang terbakar.

Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Agus Yudantara mengatakan ada sekitar 70 orang tim yang berada di sekitar lokasi kebakaran yang berasal dari Kabupaten Majalengka.Tim pemandam lalu ditambah sebanyak 16 orang dari Kuningan, Selasa (22/10/2019). Mereka dikerahkan ke enam titik api yang masih menyala.

“Angin kencang seperti putting beliung yang membawa api kemana, ditambah medan yang berat dan lokasi yang tinggi jadi kendala kami,” kata Agus, di Kuningan, Rabu (23/10/2019).

BACA JUGA: 2 Desa di Majalengka Diterjang Badai Gunung Ciremai, Puluhan Rumah Rusak Parah

Agus mengatakan medan yang harus dilewati berupa lembah hutan yang penuh bebatuan. Hal ini diperparah dengan hembusan angina kencang sehingga membuat api cepat menyebar.

Upaya penyekatan yang dilakukan petugas gagal lantaran api yang terbawa angin membuat titik api baru bermunculan.


Editor : Umaya Khusniah