Imbas Kecelakaan Beruntun, Tol Cipularang Arah Jakarta Macet Sepanjang 9 Km

Irwan, Antara ยท Senin, 02 September 2019 - 22:30 WIB
Imbas Kecelakaan Beruntun, Tol Cipularang Arah Jakarta Macet Sepanjang 9 Km

Kemacetan panjang terjadi di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta sepanjang 9 kilometer. (Foto: iNews.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNews.id - Arus lalu lintas di Jalan Tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta macet sepanjang 8-9 kilometer, Senin (2/9/2019) malam.

Kemacetan ini disebabkan masih berlangsungnya proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Kilometer (KM) 91 jalan tol tersebut .

Pantauan di lapangan, kemacetan di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta itu terjadi sejak siang hingga malam hari. Bahkan ekor kendaraan yang terkena macet hingga kilometer 98-99.

Para pengendara dari arah Bandung menuju Jakarta hanya bisa mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan 0-20 kilometer per jam.

Sejak memasuki kilometer 99, arus lalu lintas sudah tersendat. Kendaraan hanya bisa dipacu dengan kecepatan 0-20 kilometer per jam dan seringkali terhenti.

“Sudah hampir lebih dari dua jam terjebak macet ini," kata Edo, seorang pengemudi dari Majalengka yang akan ke Banten.

BACA JUGA: Tol Jakarta-Cikampek Macet Panjang Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Dia mengaku sudah terjebak macet sejak Senin sore sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga malam ini sekitar pukul 21.00 WIB masih terjebak macet di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta antara Kilometer 99-91.

Selepas Kilometer 91, arus lalu lintas arah Jakarta kembali normal dan pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Ricki Adipratama mengatakan upaya menormalkan kembali arus lalu lintas akan dilakukan secara bertahap karena belum sepenuhnya jalan bersih dari material sisa kecelakaan.

“Sekarang sudah bisa dinormalkan satu jalur, secara bertahap nanti kita buat dua lajur," kata Ricki di lokasi kejadian.

Dia menyebutkan, kemacetan sempat terjadi dari titik kecelakaan hingga KM 100 atau sekitar delapan kilometer dari arah Bandung. Sedangkan dari arah Jakarta kemacetan terjadi hingga KM 84. “Terakhir sampai KM 100, kalau dari sana sampai KM 84," katanya. 

Ricki mengaku akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang menewaskan delapan orang tersebut. “Sementara kita masih melakukan penyelidikan, karena itu belum pasti," kata dia.

Hingga saat ini evakuasi tinggal menyisakan 1 mobil fortuner yang terpental ke arah berlawanan yang msih belum dievakuasi pihak Jasamarga.

 


Editor : Kastolani Marzuki