Imbas Tol Air, Permukiman Warga di Cibadak Bandung selama 4 Hari Tergenang Air

Antara ยท Senin, 04 November 2019 - 16:25 WIB
Imbas Tol Air, Permukiman Warga di Cibadak Bandung selama 4 Hari Tergenang Air

Banjir masuk ke permukiman rumah warga. (Foto: Dok iNews).

BANDUNG, iNews.id - Warga di Kelurahan Cibadak, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), masih kebanjiran gara-gara tol air Pagarsih. Permukiman di wilayah tersebut tergenang air sejak Jumat (1/11/2019) dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Ketua RT 2 Cibadak, Atik Hidayah mengatakan, tol air yang diresmikan Februari 2018 itu membuat permukiman warga terendam. Dampaknya air di Sungai Citepus semakin tinggi dan meluap masuk ke permukiman warga.

"Jadi masih sama seperti tahun lalu, airnya makin deras dan makin besar gara-gara tol air itu," kata Atik kepada wartawan di Kota Bandung, Jabar, Senin (4/11/2019).

BACA JUGA: Hujan Deras, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir di Bandung

Dia mengakui, daerahnya memang termasuk rawan banjir. Namun adanya tol air, banjir malah semakin parah. Menurut dia, program penanggulangan banjir itu merupakan solusi yang kurang tepat.

Sebab, sehari setelah diresmikan pada 2018 lalu, imbasnya langsung dirasakan warga, yakni ketinggian air akibat banjir kian parah dan sulit surut. Karena itu, warga selalu khawatir setiap kali masuk musim hujan.

"Warga biasanya berupaya menutup pintu rumah menggunakan papan atau besi seadanya untuk mencegah air masuk. Ada juga yang mengungsi kalau air sudah masuk ," katanya.

BACA JUGA: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Cianjur, 4 Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Pemerintah Kota Bandung membangun tol air Pagarsih pada akhir 2017. Tol air tersebut dibangun persis di bawah Jalan Pagarsih, membuat aliran air Sungai Citepus terbagi menjadi dua.

Pemerintah Kota berharap tol air yang selesai dibangun Februari 2018 itu bisa menjadi solusi banjir di kawasan Jalan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal