Jelang Ramadan, Uang Palsu Beredar di Pasar Tradisional Kuningan

Toiskandar ยท Jumat, 26 April 2019 - 13:20 WIB
Jelang Ramadan, Uang Palsu Beredar di Pasar Tradisional Kuningan

Peredaran uang palsu di Pasar Kepuh Kuningan. (Foto: iNews/Toiskandar).

INDRAMAYU, iNews.id - Para pedagang kaki lima di pasar tradisional Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), resah dengan peredaran uang palsu jelang ramadhan. Hingga kini pedagang sudah mengumpulkan uang palsu kurang lebih Rp500ribu.

Seorang pedagang, Maman mengatakan, di sini memang banyak beredar uang palsu belakangan ini. Dia mengaku, ada pembeli yang bertransaksi dengan yang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, ternyata uang palsu.

"Awal ketahuan, ketika saya membereskan uang. Saat saya pegang uang itu, ternyata palsu," kata Maman kepada iNews di Pasar Kepuh, Kabupaten Kuningan, Jabar, Jumat (26/4/2019).

Pedagang lainnya, Erna mengatakan, mendapatkan uang pecahan Rp50.000 empat lembar. Ketika tangannya basah dan memegang uang tersebut, baru kelihatan uang tersebut palsu karena warnanya mulai pudar.

"Yang belanja itu sekitar pukul 15.00 WIB, saya tidak sadar. Tapi ketika dicek pagi harinya, ternyata uang palsu," ujar dia.

BACA JUGA: Banyak Utang, Kepala Dukuh Ini Belajar Cetak Uang Palsu lewat Youtube

Petugas Pasar Kepuh, Arisman mengatakan, belakangan ini memang banyak keluhan dari pedagang adanya pembeli dengan menggunakan uang palsu. Menurutnya, peredaran uang palsu memang marak jelang bulan puasa.

Biasanya para pembeli dengan uang palsu belanja di jam-jam sibuk, khususnya saat sore atau malam hari, ketika cahaya dari luar juga mulai redup. Jadi mereka tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu.

"Biasanya kami dapat laporan dari pedagang, kalau pecahan uang palsu Rp100.000, dibelanjakan banyak. Jadi kembaliannya misalnya tinggal Rp20.000," ujar dia.

Menurutnya, dalam satu malam kemarin, pedagang mengumpulkan uang hingga Rp500.000 dari pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Dia menghimbau kepada para pedagang agar secara teliti melihat uang dari para pembeli.

"Karena peredaran uang palsu di duga di lakukan secara berkelompok ke sejumlah pasar jelang Ramadhan," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal