Kasus Foto Syur PNS Jabar, Polisi: Para Pelaku Pasangan Selingkuh

Agus Warsudi, Sindonews ยท Jumat, 20 September 2019 - 16:45 WIB
Kasus Foto Syur PNS Jabar, Polisi: Para Pelaku Pasangan Selingkuh

Wakil Direskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata, menginterogasi pelaku saat gelar perkara di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (20/9/2019). (Foto: Sindonews).

BANDUNG, iNews.id - Para pelaku di dalam foto dan video syur PNS Jabar ternyata pasangan selingkuh. Pelaku pria merekam adegan mesum tersebut sekaligus sebagai penyebar gambar-gambar tak senonoh itu ke media sosial.

Wakil Direskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata mengatakan, pelaku pria berinisial RIA (31) dan wanita RJ (30) merupakan pasangan selingkuh. Mereka masing-masing sudah memiliki keluarga.

"Pelaku RIA mengaku menyebarkan foto dan video itu karena sakit hati diputuskan oleh RJ," kata Hari kepada wartawan dalam gelar perkara di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (20/9/2019).

BACA JUGA: Pemeran Foto Syur PNS Jabar ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Menurut dia, pelaku pria lalu menyebarkan foto dan video syur yang direkamnya itu ke grup Facebook dan Whatsapp. Setelah mengunggah foto dan video, dia langsung keluar dari grup itu hingga akhirnya foto serta videonya viral.

Foto-foto syur wanita diduga PNS Jabar yang tersebar viral di media sosial. (Foto: Istimewa).

Hari mengatakan, antara pelaku RIA dan RJ merupakan teman satu profesi di tempat kerja. Keduanya berstatus guru honorer di salah satu SMK di Kabupaten Purwakarta, bukan PNS dari instansi Pemprov Jabar.

"Baik RIA maupun RJ berstatus sebagai tenaga honorer di sekolah tersebut," ujar dia.

BACA JUGA: Pemeran Foto Syur PNS Jabar Tertangkap, Pemprov: Jika ASN Akan Kena Sanksi

Dari tangan pelaku RIA, diamankan satu setel seragam ASN, satu setel pakaian dalam wanita, satu unit ponsel, satu buah micro SD, satu akun Google Drive, satu unit mobil sedan Jenis Toyota Twincam warna putih.

Akibat perbuatannya, tersangka RIA dijerat Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 15 KUHP.

"RIA terancam hukuman di atas enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp2 miliar," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal