Kasus Mutilasi WNI di Malaysia, Keluarga Korban Datang ke Polda Jabar

Agus Warsudi ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 13:39 WIB
Kasus Mutilasi WNI di Malaysia, Keluarga Korban Datang ke Polda Jabar

Istri korban Mely Rahmawati yang berduka menerima banyak ucapak bela sungkawa dari tetangganya yang terus berdatangan. (Foto: dok iNews)

BANDUNG, iNews.id – Keluarga Ujang Nuryanto, warga negara Indonesia (WNI) yang diduga jadi korban mutilasi di Malaysia akan membuat laporan kehilangan orang di Polda Jawa Barat (Jabar). Mereka diagendakan datang bersama kuasa hukum keluarga Deki Rusdiana, Kamis (14/2/2019) siang ini.

Pelaporan ini dimaksudkan agar pemerintah RI bertindak lebih serius terhadap nasib korban Ujang Nuryanto dan keluarganya.

"Kami akan membawa keluarga melaporkan kehilangan orang agar bisa lebih cepat mengungkap kasus ini," kata Deki Rusdiana.

Dia mengatakan, siang ini akan ke Polda Jabar bersama istri dan adik korban untuk membuat laporan. Meski jenazah diduga Ujang Nuryanto sudah berada di Kamar Mayat RS Sungai Bulo, pihak kuasa hukum dan keluarga korban belum bisa melihatnya secara langsung.

"Kami hanya lihat di foto, kalau langsung belum. Karena kan kepalanya belum ditemukan," ujarnya.

BACA JUGA: Jadi Korban Mutilasi di Malaysia, Begini Suasana Rumah Duka Bos Tekstil di Bandung

Deki mengungkapkan, telah sejak lama menjadi kuasa hukum Ujang Nuryanto, warga Kabupaten Bandung. Bahkan sebelum berangkat ke Malaysia 17 Januari 2019 lalu, Nuryanto memberitahukan soal keberangkatannya kepadanya.

"(Ujang Nuryanto) sudah lama menjadi klien kami. Bahkan saat hendak ke Malaysia, tanggal 17 Januari lalu melapor kepada kami. Katanya mengurus bisnis. Dia (Nuryanto) memang ada bisnis di Malaysia. Itu mengharuskannya ke sana (Malaysia) tiap bulan," ucapnya.

Saat Ujang Nuryanto dikabarkan tak ada di kamar hotel pada 21 Januari 2019, Deki langsung cek ke Malaysia.

"Adiknya punya telepon orang Malaysia namanya Jimi. Dari situ tahu perkembangan Nuryanto yang awalnya dilaporkan hilang oleh Jimi ke polisi di sana. Kemudian ditemukan mayat pada 26 Januari 2019," katanya.

Kuasa hukum bersama adik kandung Ujang Nuryanto terbang ke Malaysia untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Meski belum dipastikan jasad korban termutilasi itu merupakan Ujang Nuryanto, namun beberapa ciri mengarah ke sana.

"Kami terus memantau penyelidikan yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia. Sepulang dari sana pada 6 Februari lalu, kami masih menunggu kabar kelanjutan dari polisi Malaysia," tuturnya.


Editor : Donald Karouw