Kebakaran Gunung Ceremai, BNPB Kerahkan 2 Heli Water Bombing untuk Padamkan Api

Aditya Pratama ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 08:36 WIB
Kebakaran Gunung Ceremai, BNPB Kerahkan 2 Heli Water Bombing untuk Padamkan Api

Helikopter BNPB yang disiapkan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing padamkan api di Gunung Ceremai. (Foto: BNPB/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Api yang membakar kawasan Gunung Ceremai belum juga dapat dipadamkan. Menanggulangi kasus  kebakaran tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua helikopter jenis Bell untuk melakukan pengemboman air atau water bombing.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, satu heli telah mendarat di Bandar Udara Cirebon pada Kamis (8/8/2010. Sementara satu lainnya direncanakan tiba di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, pemadaman dengan pengeboman air baru akan dilakukan hari ini mengingat kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pada malam hari. Heli jenis tersebut mampu mengangkut air dalam ember sebanyak 1.000 liter. Satuan lainnya juga telah mempersiapkan kedatangan heli untuk mendukung pemadaman melalui darat yang mengerahkan 219 personel gabungan.


“Survei dan kooordinasi rencana skenario pemadaman telah disusun untuk operasi pada hari ini. Satuan darat menyiapkan dua landasan yaitu di Palutungan dan lapangan bola Cigugur. Sementara itu, sumber air untuk water bombing diarahkan pada Waduk Darma,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai, Jalur Pendakian Ditutup

Informasi sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan per Kamis (8/8/2019) pukul 17.00, api masih menyala dan menyebar ke arah timur di atas Blok Sanghiyang Ropoh pada ketingginan 2.667 mdpl. Kobaran api juga sudah melintasi jalur pendakian Patulungan.

Menurutnya saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka telah mengeluarkan Surat Keputusan Keadaan Darurat Kebakaran Gunung Ceremai, terhitung sejak 8 Agustus 2019 hingga 14 Agustus 2019.

Pantauan darat menyebutkan, angin bertiup kencang ke arah utara. Personel gabungan darat masih memadamkan api dengan cara manual.

“Estimasi luas lahan terdampak sekitar 308 hektare. Sementara penyebab munculnya api masih dalam penyelidikan pihak terkait,” katanya.

Sementara itu, personel gabungan terbagi ke dalam dua wilayah, yaitu pos Apuy, Palutungan dan Pos Linggasana. Sebanyak 104 personel dari BPBD Majalengka, TNI, Polri, Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC), MPGC Apuy, MPGC Sanghiyang, sukarelawan dan masyarakat bergerak dari Pos Apuy. Sedangkan dari pos Palutungan, 103 personel gabungan berasal dari TNGC, Polhut Perhutani, Brimob, MPGC Palutungan, masyarakat, BPBD Kuningan dan sukarelawan. Sisanya 12 personel diberangkatkan dari Pos Linggasana.

Terkait dengan pendaki yang berada di TNGC, sejumlah 69 orang telah berhasil dievakuasi. Mereka dievakuasi dari tiga jalur pendakian yang berbeda. 33 orang di jalur pendakian Apuy, 31 dari Palutungan, dan sisanya dari Linggarjati. 

Diketahui, kebakaran ini petama terlihat di blok Gua Walet, Puncak Gunung Ceremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Asap termonitor pada Rabu (7/8/2019) pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka.


Editor : Donald Karouw